RELUNG.ID– Sejumlah permukiman warga di bantaran Sungai Mesat, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam hingga Kamis (18/6/2026) dini hari.
Akibat luapan Sungai Mesat, belasan kepala keluarga (KK) terdampak dan sebagian warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari genangan air yang masuk ke rumah mereka.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, banjir merendam tiga Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Muara Enim, yakni RT 2, RT 6 dan RT 7.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Dono Pratondo mengatakan, di RT 2 terdapat satu kepala keluarga terdampak, RT 6 sebanyak sembilan kepala keluarga, dan RT 7 sebanyak tiga kepala keluarga.
“Jadi ada tiga RT yang terdampak yakni RT 2, RT 6 dan RT 7,” kata Dono.
Menurutnya, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Lubuklinggau hingga pukul 03.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Mesat meningkat dan meluap ke kawasan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
“Luapan air sungai tersebut berdampak terhadap pemukiman warga yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.
Dono menjelaskan, saat banjir terjadi, sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun ada pula warga yang tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu kondisi air surut.
Beruntung, genangan air tidak berlangsung lama. Beberapa jam setelah meluap, air mulai berangsur surut sehingga warga dapat kembali ke rumah dan membersihkan sisa lumpur maupun material yang terbawa banjir.
“Beberapa jam usai terdampak banjir, air yang menggenangi pemukiman kondisinya saat ini sudah surut dan warga secara mandiri dengan cara bergotong royong telah membersihkan area yang terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lubuklinggau Barat I, IPTU Zendra, mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Lubuklinggau sejak dini hari hingga menjelang subuh.
Meski menyebabkan sejumlah rumah dan barang milik warga terendam, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Luapan air hanya menyebabkan kerugian materil bagi para korban akibat rumah dan barang-barang milik mereka terendam air,” pungkasnya.
Saat ini kondisi di lokasi telah berangsur normal dan warga mulai kembali menjalankan aktivitas seperti biasa setelah genangan air surut.[YKP]

