RELUNG.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), siap menghadapi tantangan besar di tahun 2025 dengan target ekspansi dan modernisasi untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional.
Setelah menutup tahun 2024 dengan pencapaian luar biasa—meningkatkan produktivitas hingga 75,06 persen dan mencatat Non-Productive Time (NPT) hanya 0,91% (lebih baik dari batas industri global 1,47%)—Pertamina Drilling semakin optimis dalam mewujudkan visi sebagai penyedia jasa pengeboran kelas dunia.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa tahun ini perusahaan akan fokus pada percepatan pengembangan infrastruktur pengeboran guna mencapai target pemerintah: produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030.
“Salah satu strategi utama kami adalah modernisasi rig dan investasi teknologi canggih. Kami akan mengoptimalkan penggunaan cyber walking rig, yang mampu berpindah delapan arah dengan efisiensi waktu operasional hingga 30%,”ujarnya, Sabtu (1/2/2025).
Pertamina Drilling juga akan melakukan investasi rig baru, khususnya untuk proyek Blok Rokan, dengan menghadirkan rig tipe mobile berkapasitas 550 HP yang lebih fleksibel dan hemat biaya.
Selain memperkuat operasi di dalam negeri, Pertamina Drilling juga membidik peluang ekspansi ke pasar internasional, khususnya di Timur Tengah, dengan menawarkan keunggulan teknologi seperti cyber rig dan walking rig.
“Kami ingin memperluas layanan pengeboran ke luar negeri dan meningkatkan daya saing di pasar global. Ini akan memperkuat posisi kami sebagai salah satu pemain utama industri pengeboran migas dunia,” tambah Avep.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi, Pertamina Drilling juga akan berinvestasi dalam proyek geothermal (panas bumi). Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengurangan jejak karbon dan mempercepat pengembangan energi terbarukan.
“Kami ingin menjadi pelopor dalam teknologi green drilling, memastikan operasional lebih ramah lingkungan sesuai standar keberlanjutan global,” kata Avep.
Untuk mendukung operasional yang semakin kompleks, perusahaan juga akan memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan program pelatihan melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC).
“Kami berkomitmen mencetak tenaga kerja lokal dan internasional yang berkualitas, tidak hanya untuk kebutuhan internal tetapi juga bagi industri pengeboran secara regional dan global,” jelasnya.
Selain itu, Pertamina Drilling menargetkan *menekan NPT di bawah 1%, memastikan efisiensi tinggi di setiap proyek pengeboran.
Dengan strategi yang terarah, investasi teknologi mutakhir, dan ekspansi operasional, Pertamina Drilling optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi untuk memastikan Pertamina Drilling menjadi pemimpin dalam industri pengeboran migas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Avep.[TRA]

