Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Perundungan di PPDS Unsri Kembali Terjadi, Mahasiswi Nyaris Bunuh Diri
Regional

Perundungan di PPDS Unsri Kembali Terjadi, Mahasiswi Nyaris Bunuh Diri

RiyadiBy Riyadi09/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Perundungan. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Dugaan kasus perundungan kembali mencuat di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).

Seorang mahasiswi PPDS berinisial OA diduga menjadi korban perundungan oleh para seniornya hingga mengalami tekanan psikologis berat dan dikabarkan nyaris melakukan aksi bunuh diri.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang, Siti Khalimah, membenarkan bahwa OA merupakan peserta PPDS yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis mata dan bertugas di rumah sakit tersebut.

Baca juga :   Eks Narapidana Pelecehan Seksual Bebas Bersyarat, Statusnya Sebagai Dosen UNSRI Masih Aktif

“Iya benar, tetapi karena ini menyangkut masalah kemahasiswaan, penanganannya dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Unsri,” kata Siti Khalimah melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/1/2026).

Menurut Siti, kasus dugaan perundungan yang menimpa OA saat ini tengah diselidiki oleh pihak Universitas Sriwijaya. Ia menambahkan, kasus perundungan di lingkungan PPDS Unsri bukan kali pertama terjadi.

Pada Maret 2025 lalu, seorang mahasiswa PPDS Unsri berinisial S yang menempuh pendidikan spesialis anestesi menjadi korban kekerasan fisik. Korban ditendang di bagian testis oleh seorang dokter berinisial YS yang merupakan konsulennya sendiri hingga harus menjalani perawatan medis. Akibat peristiwa tersebut, YS dinonaktifkan sebagai pengajar di RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

Baca juga :   Menteri Hanif Ingatkan Perusahaan Konsesi di Sumsel Wajib Padamkan Api di Lahannya

Untuk mencegah kasus serupa terulang, pihak RSUP Mohammad Hoesin Palembang bersama Fakultas Kedokteran Unsri telah membentuk tim pencegahan dan penanganan bullying.

“Kami melakukan sosialisasi berkala tentang larangan perilaku bullying, penindakan terhadap pelaku, perlindungan bagi pelapor, serta memberikan dukungan psikososial kepada peserta PPDS untuk meningkatkan resiliensi dan kohesi antar PPDS,” ujar Siti.

Sementara itu, pihak Rektorat Unsri menyatakan telah mengambil langkah awal secara institusional untuk menangani dugaan perundungan tersebut. Rektor Unsri menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk melakukan investigasi.

Baca juga :   Unsri Pertimbangkan Kelola Tambang Jika Dipercaya Pemerintah

Kepala Kantor Humas dan Protokoler Unsri, Nurly Meilinda, mengatakan tahap klarifikasi telah dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak yang berada dalam lingkup akademik yang sama, termasuk senior dan sejawat korban.

“Langkah ini dilakukan untuk memahami konteks permasalahan secara menyeluruh dan berimbang,” kata Nurly dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, Fakultas Kedokteran Unsri juga telah memberikan pendampingan akademik dan non-akademik berupa layanan konseling sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa.

Baca juga :   Tujuh Rumah Tak Layak Huni Dibedah

“Saat ini proses investigasi internal masih berlangsung. Universitas Sriwijaya berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bermartabat, serta tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dan perundungan,” pungkasnya.[YKP]

Calon Dokter Spesialis Korban Perundungan PPDS UNSRI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDisorot Dugaan Ijazah Palsu, Universitas Azzahra Tampak Tutup dan Tak Beroperasi
Next Article Pandji Dilaporkan ke Polisi, Materi Mens Rea Dinilai Memecah Belah
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,877 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?