RELUNG.ID — Penjabat (PJ) Gubernur Sumatra Selatan, Elen Setiadi, meminta dilakukan kajian mendalam terkait perbaikan Jembatan P.6 Sungai Lalan yang roboh akibat ditabrak oleh tugboat dan tongkang pengangkut batubara. Kajian ini akan menentukan apakah jembatan tersebut akan diperbaiki atau dibangun kembali dari awal.
“Kami masih menunggu kesepakatan apakah jembatan ini akan dibangun kembali atau dilanjutkan dengan pembangunan yang sudah ada. Rincian biayanya belum dipastikan, tetapi diperkirakan berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp150 miliar,” ujar Elen Setiadi, Sabtu (24/8/2024).
Elen menekankan bahwa tanggung jawab pembangunan kembali Jembatan P.6 Lalan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga pada perusahaan yang terkait dengan insiden kerusakan tersebut.
Perusahaan yang menggunakan jalur sungai ini diminta untuk berpartisipasi dalam perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat, dan aktivitas ekonomi mereka bergantung padanya. Oleh karena itu, perusahaan yang melintasi Sungai Lalan harus berpartisipasi dalam perbaikan,” tegas Elen.
Ia juga menekankan bahwa Jembatan P.6 Lalan merupakan infrastruktur krusial bagi masyarakat, dan kerusakan tersebut telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan. Perusahaan yang terlibat diharapkan segera mengambil langkah untuk mengatasi kerugian yang dialami oleh masyarakat setempat.
“Bukan hanya soal infrastruktur, kita juga harus menjamin keadilan bagi masyarakat yang terkena dampaknya,” tambah Elen.
Sungai Lalan merupakan jalur vital untuk aktivitas ekonomi di daerah tersebut, dengan 21 perusahaan yang beroperasi di sekitarnya. Oleh karena itu, pembangunan jembatan tidak dapat ditunda lebih lama karena akan memberikan dampak negatif pada semua aspek kehidupan masyarakat.
“Dampak ini memengaruhi ekonomi secara luas, mulai dari pekerja yang tidak bisa bekerja hingga terganggunya operasional bisnis di daerah tersebut,” jelas Elen.[AYK]

