RELUNG.ID – Tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap dua pelaku begal yang kerap beraksi di Kota Palembang.
Satu diantaranya terpaksa ditembak mati. Lantaran, melawan saat akan ditangkap, pelaku yakni AG.
Sedangkan, satu pelaku lagi yaitu, Rohit Guntoro ditangkap di rumahnya di kawasan Kecamatan Sako, Palembang.
Berdasarkan data dihimpun, ketiga pelaku Rohit, AG dan AD yang masih buron telah beberapa kali beraksi di seputaran Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Tanjung Siapi-api, dan Jalan Noerdin Pandji, Kota Palembang.
Salah satunya terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, 23 September 2024 sekitar pukul 01.00 WIB lalu. Dimana, korbannya Alkar Nandiantara (19) warga asal Kota Prabumulih.
Peristiwa begal motor itu bermula ketika korban dihubungi oleh temannya yang minta dijemput lantaran mengalami motor mogok di SPBU Soekarno-Hatta.
Setiba di lokasi kejadian, korban dipepet oleh ketiga pelaku yang juga mengendarai sepeda motor. Para pelaku langsung menarik bahu serta menendang korban Alkar hingga membuatnya terjatuh dari atas sepeda motor.
Saat korban Alkar bangun dan hendak mengambil sepeda motornya, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis parang. Hal itulah membuat korban ketakutan serta meninggalkan sepeda motornya.
Ketiga pelaku pun dengan leluasa membawa kabur sepeda motor Honda Beat nopol BG 3376 CV. Sementara korban Alkar langsung membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Anwar Reksowidjojo membenarkan perihal pelaku begal yang diberikan tindakan tegas terukur karena melawan saat tim gabungan hendak menyergapnya.
“Ya karena melakukan perlawanan dengan senpi sehingga membahayakan anggota kita berikan tindakan tegas,” katanya, Selasa kemarin (22/10).
Untuk berkas perkara pelaku begal ini sudah dilimpahkan ke Polrestabes Palembang. “Satu ditangkap tanpa perlawanan, satunya diberi tindakan tegas. Banyak LP nya di Polrestabes pelaku yang kami amankan sudah diserahkan kesana (Polrestabes) biar jadi satu, tapi kita tetap back up,” pungkasnya. (FZI/DNP)

