RELUNG.ID – Politisi dari Partai Demokrat Chairul S Matdiah mengungkap dugaan intervensi politik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Intervensi ini diduga dilakukan oleh oknum camat di beberapa daerah di Kota Palembang.
“Dari informasi yang saya dapat, ada yang meminta satu kelurahan 200 suara. Di mana, camat memanggil lurah, untuk memanggil RT guna mengumpulkan suara untuk memenangkan salah satu caleg yang masih memiliki hubungan keluarga dengan caleg tersebut,” katanya, Senin (4/3).
Dugaan ketidaknetralan perangkat pemerintah ini sudah diketahui sebelum pencoblosan pada 14 Februari 2024.
Dia pun mengaku telah melaporkannya dengan Penjabat (Pj) Walikota Palembang Ratu Dewa. Hanya saja, tidak ada respon dan tindakan. Bahkan, hingga kini belum ada tindaklanjut terkait laporannya tersebut.
Ketidaknetralan diduga terjadi di lima kecamatan untuk memenangkan salah satu caleg yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan oknum camat. Tindakan ini menurutnya mencoreng sikap netralitas ASN sebagai Abdi Negara.
“Saya juga sebagai Anggota DPRD Sumsel sudah mendatangi beberapa camat untuk mengingatkan mereka untuk bersikap netral pada setiap tahapan Pemilu 2024, termasuk pada tahapan Pileg,” tegasnya.
Dia menyatakan bahwa ketidaknetralan ASN dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dan berpotensi merusak kinerja pembangunan serta pemerintahan di daerah.
Karena itu, dia berharap agar praktik lama, terutama peran ASN dalam politik praktis yang tidak etis dan diskriminatif, dapat diatasi.

