RELUNG.ID- Polres Musi Rawas melaksanakan pengecekan dan monitoring terhadap ketersediaan serta harga gas elpiji 3 kg bersubsidi di sejumlah pangkalan dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang merugikan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Wakapolres Musi Rawas, Kompol Hendri, pengecekan dimulai dari pangkalan gas di Kelurahan Pasar Muara Beliti.
“Hasil pengecekan menunjukkan stok gas elpiji 3 kg aman, tidak ada kelangkaan, dan harga relatif normal,” ujar Wakapolres, Jumat (7/2/2025).
Pengecekan dilanjutkan ke pangkalan milik Abdul Jabat di Kelurahan Muara Beliti, yang juga menunjukkan hasil serupa. Kemudian, koordinasi dilakukan dengan SPBE PT Wira Kencana Yasa Piranti.
Wakapolres menjelaskan bahwa pengisian gas elpiji 3 kg untuk wilayah Musi Rawas dilakukan setiap hari menggunakan 12 mobil pengangkut, masing-masing memuat 560 tabung gas elpiji.
“Pendistribusian masih berjalan normal karena SPBE hanya melakukan pengisian berdasarkan faktur atau DO dari agen. Hingga kini, tidak ada penurunan volume pengisian,” jelasnya.
Selain itu, pengecekan dilakukan pada pengangkut gas elpiji di Desa Rantau Bingin, Kecamatan TPK. Hasilnya, stok gas elpiji 3 kg masih tersedia, dan tidak ditemukan kelangkaan atau kenaikan harga.
Kompol Hendri menambahkan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan oleh Polsek jajaran untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kg di wilayah mereka masing-masing.
“Kami mengimbau kepada pemilik pangkalan agar tetap menjual gas elpiji 3 kg bersubsidi sesuai dengan aturan pemerintah,” pungkasnya.[NSR]

