RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya terkendali.
Tim Manggala Agni masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api, termasuk di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman di Kebun Raya Sriwijaya telah memasuki hari kedelapan.
Meski sebelumnya ditargetkan dapat dituntaskan, api kembali muncul di bagian belakang kawasan sehingga pemadaman harus dilanjutkan.
“Seharusnya kemarin target selesai. Siang malah ada lagi nyala di bagian belakang. Jadi hari ini kita kerjakan lagi,” kata Ferdian, Jumat (11/9/2026).
Untuk menangani titik api tersebut, Manggala Agni mengerahkan tiga regu. Dua regu berasal dari Banyuasin, sementara satu regu lainnya didatangkan dari Sarolangun.
Menurut Ferdian, kemunculan kembali api menunjukkan penanganan karhutla membutuhkan pemadaman berulang dan pengaturan personel secara bergiliran.
“Kami terus melakukan pengaturan- pengaturan rollingan,” ujarnya.
Selain Kebun Raya Sriwijaya, Manggala Agni masih memusatkan penanganan di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian.
Sedikitnya ada enam lokasi yang menjadi konsentrasi pemadaman, yakni Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Pangkalan Lampam OKI khususnya wilayah Sungai Bungin, Kebun Raya Sriwijaya, Muara Medak di Musi Banyuasin, Sungai Rotan di Muara Enim, serta wilayah Ogan Ilir.
“Untuk Ogan Ilir, personel Manggala Agni bahkan masih melakukan pemadaman hingga dini hari di kawasan Sungai Rambutan,”kata dia.
Di tengah upaya pemadaman dari darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilakukan untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak karhutla.
Dirinya mengatakan OMC kembali digelar pada Kamis (10/9/2026). Dalam pelaksanaan tersebut, terdapat dua sortie penerbangan dengan sasaran wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu.
Hasilnya, sebagian wilayah Banyuasin sempat menerima hujan meski hanya berlangsung beberapa menit. Sementara Lahat juga sempat diguyur gerimis.
Namun, operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan kembali pada Jumat karena kondisi atmosfer belum menunjukkan potensi awan yang cukup untuk disemai.
“Hari ini belum terbang lagi karena belum terlihat potensi awan,” tutupnya. (THQ)

