RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menghemat lebih dari USD 20 miliar atau sekitar 10 persen dari anggaran tahunan Indonesia. Efisiensi anggaran ini, menurutnya, akan dialokasikan untuk lebih dari 20 proyek strategis yang bernilai miliaran dolar.
“Melalui pengelolaan keuangan negara yang cermat, kami telah menghemat lebih dari USD 20 miliar,” ujar Prabowo dalam pidatonya di International World Government Summit yang disampaikan secara daring pada Kamis (13/2). Pernyataannya kemudian dikutip pada Jumat (14/2).
Meski tidak merinci proyek-proyek yang akan digarap, Prabowo menyebut bahwa investasi akan difokuskan pada sektor hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, bauksit, dan tembaga, serta mineral penting lainnya. Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan industri petrokimia dan pusat data berbasis Artificial Intelligence (AI).
“Selain itu, kami menyalurkan dana ke dalam proyek-proyek yang memajukan ketahanan pangan, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor pangan bersih dalam beberapa tahun mendatang,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya peningkatan produksi protein, pengembangan sektor akuakultur, serta investasi dalam energi bersih dan terbarukan. Menurutnya, optimalisasi sumber daya mineral dan energi terbarukan akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia.
Pernyataan ini mengindikasikan ambisi besar pemerintah dalam mengelola anggaran dengan efisien serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi strategis. Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dalam merealisasikan proyek-proyek tersebut demi meningkatkan daya saing nasional di kancah global.[THQ]

