RELUNG.ID- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, pada Rabu (23/4/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kunjungan ini dalam rangka menghadiri kegiatan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), khususnya penanaman padi dengan metode apung.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena Kabupaten Banyuasin ditunjuk sebagai pilot project nasional penanaman padi apung, yang dinilai mampu mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu dari delapan program prioritas atau Asta Presiden.
Bupati Banyuasin, Askolani, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan pemerintah pusat. Ia bersama jajaran pejabat Pemkab Banyuasin bahkan telah meninjau langsung lokasi padi apung bersama Ustaz Adi Hidayat pada Sabtu (19/4) sore.
“Melihat metode ini, kami optimistis pertanian di Banyuasin akan semakin berkembang. Ini sejalan dengan target kami untuk menjadi daerah penghasil padi nomor satu nasional,” ujar Askolani.
Pada 2024, Banyuasin mencatat produksi sebesar 948.089 ton gabah kering giling (GKG). Pemerintah menargetkan produksi meningkat menjadi 1,2 juta ton GKG pada 2025.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin, Sarip, menjelaskan bahwa padi apung memiliki keunggulan signifikan, terutama dalam kondisi banjir atau lahan tergenang.
“Metode ini tidak memerlukan olah tanah, efisien dalam proses panen karena tak butuh alat berat, penggunaan pupuk terukur, dan minim serangan hama. Bahkan hama yang datang bisa langsung dimakan oleh ikan yang berada di lahan apung,” jelasnya.[KPB]

