Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Presiden Prabowo Tanam Padi Pakai Drone di Sumsel, Targetkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Regional

Presiden Prabowo Tanam Padi Pakai Drone di Sumsel, Targetkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda23/04/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden Prabowo saat menggunakan drone untuk menebar benih padi. Foto : Dok. Kementan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menko Pangan Zulkifli Hasan, memimpin langsung kegiatan tanam padi serentak nasional yang digelar secara hybrid di 14 provinsi, Rabu (23/4/2025). Kegiatan ini berpusat di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pamulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Menariknya, Presiden Prabowo turut mencoba teknologi drone pertanian untuk menebar benih padi secara efisien di area persawahan. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengoperasikan drone secara langsung.

“Alhamdulillah, saya diundang ke Sumsel untuk melihat transformasi lahan rawa yang dulunya tidak produktif, bahkan dikenal sebagai habitat buaya. Sekarang dibangun menjadi 105.000 hektare sawah modern. Saya pun tadi mencoba mengendalikan drone, cukup terkejut ternyata sangat efisien,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa teknologi ini mampu menyebarkan benih di lahan seluas 25 hektare hanya dalam satu hari, menghemat tenaga dan waktu secara signifikan.

Lebih jauh, Presiden menargetkan program ini dapat meningkatkan produksi beras Sumsel dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton per tahun—kenaikan sebesar 25 persen. Ia menyatakan kebanggaannya terhadap langkah besar ini sebagai bagian dari misi menjadikan Indonesia swasembada pangan, bahkan menuju peran sebagai lumbung pangan dunia.

“Kita sudah bisa bantu negara sahabat seperti Malaysia. Kita bukan negara pengemis, kita negara pemberi bantuan. Itu baru negara kuat—negara yang bisa jaga ketahanan pangannya,” tegasnya.

Presiden juga menekankan pentingnya kesejahteraan petani dan kerja kolaboratif seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, kelompok tani, dan stakeholder lainnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan bahwa tanam serentak ini dilakukan di 160 kabupaten melibatkan 8 gubernur dan 3 wakil gubernur. Target tanam April ini mencapai 1,3 juta hektare dengan proyeksi produksi 7,5 juta ton gabah—jauh di atas kebutuhan nasional.

“Sumsel sendiri optimis bisa naik dari 2,9 juta ton ke 3,7 juta ton tahun ini. Ini bukan sekadar harapan, tapi tren nyata,” ujar Mentan Amran.

Ia juga menyebut serapan beras nasional mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dengan stok nasional menembus 3 juta ton—angka tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Menko Pangan Zulkifli Hasan turut menyampaikan optimismenya terhadap kinerja pertanian. Ia menilai, jika kondisi cuaca stabil dan perbaikan irigasi selesai, Indonesia tidak perlu lagi impor beras hingga 2026.

“Sekarang stok kita 3 juta ton. Kalau irigasi selesai dan cuaca mendukung, kita bisa panen melimpah tanpa impor,” ujarnya.

Menurut data BPS, produksi gabah nasional hingga April 2025 telah mencapai 13,9 juta ton, sementara kebutuhan bulanan sekitar 2,6 juta ton. Artinya, Indonesia berada dalam kondisi surplus pangan yang menjanjikan.[THQ]

Drone Ogan Ilir Prabowo Presiden
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRSMH Palembang Akui Ada Kekerasan Dialami Dokter PPDS Anestesi Unsri, Pelaku Dinonaktifkan
Next Article Dokter Konsulen yang Aniaya Peserta PPDS Ternyata Dikenal Temperamental
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,867 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?