RELUNG.ID– Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria tanpa busana mengamuk di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Pria tersebut diduga menyerang sejumlah pengendara motor yang melintas di jalan.
Dalam rekaman video amatir yang beredar, pria tersebut terlihat memukul seorang pengemudi ojek online (ojol) menggunakan papan triplek hingga korban terjatuh.
“Bunuh… bunuh,” teriak pria tersebut dalam video.
Meski pengemudi ojol sudah terjatuh dan tidak berdaya, pria tersebut kembali memukul korban menggunakan triplek. Korban disebut sempat tidak sadarkan diri akibat serangan tersebut.
Tidak hanya pengemudi ojol, sejumlah pengendara motor lainnya juga menjadi sasaran. Pria tersebut tampak menghadang pengendara yang melintas kemudian memukulnya hingga terjatuh ke aspal.
Sejumlah warga yang berada di lokasi berusaha mengamankan pria tersebut. Namun, pria itu justru berlari di tengah jalan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam di sekitar Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya betul,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Bernard Tambunan mengatakan pria tersebut telah diamankan pada Rabu dini hari.
“Sudah dibawa dan diamankan pihak polsek sekitar pukul 01.00 WIB dini hari,” kata Bernard, dikutip dari Antara.
Bernard menjelaskan, Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Posko Lenteng Agung menerima laporan mengenai kejadian tersebut melalui media sosial.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan pria tersebut.
“Satgas P3S Sudin Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan Posko Lenteng Agung menindaklanjuti laporan melalui media sosial (Instagram) tentang ODGJ yang menyerang pengguna jalan,” tutur Bernard.
Pria tersebut selanjutnya diamankan untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan instansi terkait. Sementara kondisi para pengendara yang menjadi korban masih dalam penanganan dan pendataan lebih lanjut.[YKP]

