RELUNG.ID- Aktris sekaligus produser Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah unggahannya terkait status pencarian kerja di platform LinkedIn menuai kontroversi di ruang publik.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Prilly mengakui penggunaan bingkai #OpenToWork telah memicu beragam reaksi, khususnya dari kalangan pencari kerja.
Fitur tersebut diketahui digunakan untuk menandai bahwa seorang pengguna sedang aktif mencari peluang pekerjaan baru.
Namun, unggahan Prilly justru mengundang sorotan tajam publik. Dalam waktu singkat, ia mengaku menerima lebih dari 30 ribu tawaran pekerjaan dari berbagai sektor. Situasi tersebut kemudian memicu kegaduhan karena sebagian masyarakat menilai langkah tersebut kurang menunjukkan empati, terutama di tengah sulitnya kondisi mencari pekerjaan saat ini.
Menanggapi polemik yang berkembang, Prilly pun buka suara dan menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf. Ia mengaku memahami kemarahan dan kekecewaan yang dirasakan publik akibat unggahan tersebut.
“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian marah, kecewa, atau nggak nyaman. Untuk itu, aku ingin menyampaikan klarifikasi dengan iktikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi,” ujar Prilly, dikutip Rabu (4/2/2026).
Kekasih Omara Esteghlal itu menyesalkan kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa kondisi tersebut sama sekali tidak ia harapkan.
“Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Prilly menegaskan bahwa sejak awal ia tidak memiliki niat untuk bersikap tidak sensitif terhadap realitas yang dihadapi para pencari kerja. Ia juga menyadari posisinya sebagai figur publik dengan pengalaman hidup yang berbeda dari kebanyakan orang.
“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Prilly turut mengungkap alasan di balik keputusannya menggunakan fitur #OpenToWork. Ia menyebut langkah tersebut dilandasi keinginannya untuk belajar langsung di luar zona nyaman serta membuka peluang kolaborasi lintas industri.
“Terkait penggunaan fitur #OpenToWork, aku ingin menggunakannya sebagai ruang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” jelasnya.
“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, Prilly berharap polemik yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bersama mengenai pentingnya empati dan kepekaan dalam berkomunikasi di ruang publik, khususnya di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang menantang.[YKP]

