RELUNG.ID- Nama Djon Afriandi menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia mencatat sejarah sebagai perwira pertama yang menjabat Panglima Kopassus, seiring perubahan struktur organisasi di tubuh satuan elite tersebut.
Perubahan itu ditetapkan melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025, yang mengubah jabatan pimpinan Kopassus dari Komandan Jenderal (Danjen) menjadi Panglima. Saat itu, Djon yang menjabat Danjen Kopassus langsung dipercaya mengisi posisi baru tersebut dan naik pangkat menjadi letnan jenderal.
Latar Belakang Keluarga Militer
Djon Afriandi lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 14 Juni 1972. Ia merupakan putra dari perwira TNI, Afifuddin Thaib, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) dengan pangkat terakhir mayor jenderal.
Sejak kecil, Djon telah terbiasa dengan kehidupan militer. Ia mengenyam pendidikan di Bandung, mulai dari SDN Sukarasa, SMPN 5 Bandung, hingga SMAN 2 Bandung.
Lulusan Terbaik dan Pendidikan Luar Negeri
Mengikuti jejak sang ayah, Djon melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1995 sebagai peraih penghargaan Adhi Makayasa, predikat tertinggi bagi taruna terbaik.
Ia juga menempuh pendidikan di Naval Postgraduate School (NPS), Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science in Defense Analysis.
Karier di Pasukan Elite
Sebagian besar karier militer Djon dihabiskan di Kopassus. Ia memulai dari jenjang komandan peleton hingga menduduki posisi tertinggi di satuan tersebut.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai:
- Danden 1 Grup A Paspampres (2011–2013)
- Wadan Grup A Paspampres pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
- Danrem 012/Teuku Umar (2020–2022)
- Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (2023–2024)
- Pada 2024, ia ditunjuk menjadi Danjen Kopassus menggantikan Deddy Suryadi.
Panglima Pertama Kopassus
Setahun kemudian, seiring perubahan struktur organisasi, Djon dipercaya menjadi Panglima Kopassus. Jabatan ini menjadikannya sebagai orang pertama yang memegang posisi tersebut dalam sejarah TNI.
Prestasi dan Kualifikasi
Sebagai prajurit elite, Djon Afriandi memiliki berbagai kualifikasi militer, di antaranya Brevet Komando, Kualifikasi Penanggulangan Teror, dan Pandu Udara.
Ia juga mengantongi sertifikasi internasional seperti Master Parachutist Badge dari Singapura dan Amerika Serikat, serta Parachute Monitor dari Prancis.
Dengan rekam jejak panjang dan prestasi tersebut, Djon Afriandi kini memimpin salah satu satuan elite paling strategis di Indonesia.[YKP]

