Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) di Jepang melakukan aksi bakar diri. Hal ini sebagai bentuk penolakan rencana pemakaman mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Aksi tersebut dilakukan di dekat kantor Perdana Menteri di Tokyo, Rabu pagi (21/9).
Dikutip dari APNews, akibat aksi tersebut, pria berusia 70 tahun ini menderita luka bakar di sebagian tubuhnya.
Melalui sebuah catatan yang ditemukan bersamaan dengan pria itu, menunjukkan penentangannya secara pribadi terhadap acara pemakaman Abe yang dinilai terlalu besar-besaran itu.
Seorang pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengkonfirmasi kebenaran aksi bakar diri yang dilakukan seorang pria di distrik pemerintah Kasumigaseki, Tokyo.
Namun, Polisi Tokyo menolak menolak untuk berkomentar dan memberikan rincian lebih lanjut, terkait identitas, motif atau kondisi pria itu, dengan alasan sensitivitas di tengah maraknya aksi protes untuk pemakaman Abe.
Pemakaman kenegaraan adalah peristiwa langka di Jepang, tetapi Kishida mengatakan Abe layak mendapat kehormatan sebagai pemimpin terlama di Jepang dan pencapaian diplomatik serta ekonominya selama ini.
Tetapi, menurut para kritikus, kebijakan itu diputuskan secara tidak demokratis dan pembiayaan acara menggunakan uang pajar negara yang dinilai tidak pantas dan mahal.

