RELUNG.ID- Pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang telah lama dinantikan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatat progres penting. Pemerintah Provinsi Sumsel resmi menerima sertifikat hak pengelolaan (HPL) seluas 59,95 hektare dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (27/8/2025).
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Kanwil BPN Sumsel, Asnawati, kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2025 di Kantor Wilayah BPN Sumsel.
“Ini bukti nyata bahwa pembangunan pelabuhan bukan sekadar wacana. Legalitas lahan merupakan syarat utama untuk melanjutkan tahapan konstruksi,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan, Pelabuhan Tanjung Carat memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Sumsel seperti karet, sawit, dan batubara. Keberadaan pelabuhan juga diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan di luar provinsi serta menekan biaya logistik.
“Efisiensi distribusi akan membuat Sumsel lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.
Selain memperkuat sektor logistik, proyek ini diharapkan mampu menarik investasi baru di bidang industri, transportasi, dan jasa, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk berperan aktif mendukung pembangunan strategis melalui alokasi anggaran yang memadai.
“Jangan hanya menunggu program pusat. Pemda harus mengawal perencanaan tata ruang yang mendukung konektivitas,” tegasnya.
Kepala Kanwil BPN Sumsel, Asnawati, menyebut rakor GTRA tahun ini mengusung tema
“Merajut Akselerasi Reforma Agraria serta Pembangunan Berkelanjutan melalui SDM Unggul, Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Konektivitas Digital Menuju Kemandirian di Provinsi Sumatera Selatan”.
Acara turut dihadiri Plt. Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN RI, Sekda Sumsel, dan jajaran OPD terkait. Kehadiran mereka menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mempercepat proyek strategis nasional di daerah.
Dengan adanya kepastian hukum atas lahan, pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat kini memasuki fase krusial.
“Kami pastikan pelabuhan ini selesai sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkas Herman Deru.[DSK]

