RELUNG.ID – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) memilih langkah hati-hati dalam menentukan sosok pelatih baru Timnas Indonesia usai pemutusan kontrak Patrick Kluivert. Bukan soal minim kandidat, melainkan strategi menunggu situasi sepak bola Tanah Air kembali kondusif setelah kegagalan tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembahasan formal mengenai calon pelatih pengganti. PSSI, menurutnya, sengaja menahan diri agar proses pemilihan berlangsung tanpa tekanan dan sorotan emosional publik.
“Belum ada update. Kita butuh suasana tenang dulu untuk memilih,” ujar Arya di Jakarta, Selasa (28/10).
Kegagalan Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, usai kalah dari Arab Saudi dan Irak, memicu gelombang kritik terhadap performa tim dan manajemen. Bahkan, rangkaian komentar hingga “bullying” kepada mantan pelatih disebut menjadi salah satu alasan PSSI menahan keputusan.
“Kita harus memperbaiki dulu citra di luar. Banyak bully terhadap pelatih sebelumnya. Jadi keputusan diambil saat suasana sudah tenang,” lanjut Arya.
Saat ini, tim nasional tanpa nakhoda. Namun PSSI memastikan target waktu jelas: pelatih kepala baru diharapkan sudah resmi sebelum FIFA Match Day Maret 2026, momen di mana tim senior kembali tampil setelah agenda bulan November dialokasikan untuk Tim U-22 di SEA Games.
“Kebutuhan kita nanti di Maret. Jadi kita cari dulu,” ucap Arya.[THQ]

