RELUNG.ID- Presiden Prabowo Subianto menepis tudingan bahwa dirinya merupakan sosok pemimpin otoriter.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti 214,48 ton narkoba hasil pengungkapan kasus dalam setahun terakhir di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku kerap menonton berbagai podcast yang mengkritiknya, terutama mengenai gaya kepemimpinannya yang dianggap keras. Ia mengaku sempat merasa kesal, namun tetap berusaha menerima kritik sebagai bahan introspeksi diri.
“Saya suka malam-malam buka podcast-podcast itu, kadang-kadang dongkol juga ya, apa ini? Tapi saya catat. Saya punya filosofi, dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh diikuti oleh rasa sakit hati,” ujar Prabowo di hadapan jajaran kepolisian.
Dalam acara yang sama, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian RI atas keberhasilan mereka mengungkap dan memusnahkan 214,48 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun.
Ia menyebut, jika barang tersebut tidak disita, maka bisa digunakan oleh sekitar 629 juta orang, jumlah yang hampir dua kali lipat dari total penduduk Indonesia.
“Nilainya Rp29,37 triliun. Kalau tidak berhasil dicegah, bisa digunakan oleh 629 juta manusia — lebih dari dua kali bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, ia memberikan tiga instruksi utama kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Saya minta Kapolri memimpin tiga hal untuk saya: satu pemberantasan narkoba, dua penyelundupan, tiga judi online,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman paling serius bagi masa depan bangsa, dan harus diberantas secara menyeluruh dengan kerja sama lintas lembaga.
“Polisi harus sigap, kompak, kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, semua lembaga. Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps korps merah putih, korps NKRI,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal modus operandi baru kartel narkoba yang kian canggih. Ia mengungkap bahwa sejumlah jaringan bahkan telah menggunakan kapal selam untuk menyelundupkan barang haram.
“Bahkan sekarang ada modus, kartel-kartel narkoba punya kapal selam. Dia punya kapal selam,” ungkapnya.
Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan instansi terkait agar Indonesia tidak kalah dari jaringan internasional tersebut.
Di bagian akhir pidatonya, Prabowo menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan pasca kontestasi politik.
“Persaingan politik boleh keras, tapi setelah itu kita harus bersatu. Jangan teruskan kebencian, kecurigaan, enggak ada gunanya. Rakyat butuh pekerjaan, rakyat butuh penghasilan yang lebih baik,” tegasnya. [YKP]

