RELUNG.ID – PSSI mulai menunjukkan perubahan dalam tata kelola pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam proses penunjukan pelatih baru Timnas Indonesia. Alih-alih keputusan satu arah, federasi memilih jalur kolektif dengan memberi ruang penuh kepada jajaran Exco dan Badan Tim Nasional (BTN).
Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali mengungkapkan bahwa seluruh tahapan seleksi pelatih Timnas telah diselesaikan melalui mekanisme rapat internal yang melibatkan Exco dan BTN. Dalam proses tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak turun langsung menentukan pilihan, melainkan membiarkan diskusi berjalan secara terbuka dan independen.
“Ketum memberi kepercayaan penuh kepada Exco untuk menyampaikan pandangan. Ini jadi proses yang sehat dan profesional,” ujar Amali di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menurut Amali, Erick baru mengambil peran pada tahap akhir, yakni memimpin rapat penetapan keputusan setelah seluruh masukan dan pertimbangan teknis dirangkum oleh BTN. Pola ini disebut sebagai langkah maju dalam membangun tata kelola federasi yang lebih transparan dan kolektif.
Meski demikian, PSSI masih belum mengungkap sosok pelatih yang akan diumumkan secara resmi. Sejumlah nama pelatih asing memang mencuat ke publik, namun Amali menegaskan keputusan final sepenuhnya berada di tangan BTN, yang dipimpin Sumardji.
“Semua sudah kami serahkan ke BTN untuk difinalisasi. Pengumuman resmi nanti tetap disampaikan Ketua Umum,” jelasnya.
Amali juga membuka kemungkinan adanya dinamika hingga detik terakhir sebelum pengumuman dilakukan. Menurutnya, selama belum diumumkan secara resmi, peluang perubahan nama tetap terbuka.
Pendekatan baru ini dinilai sebagai sinyal bahwa PSSI tengah membangun sistem pengambilan keputusan yang lebih profesional dan berbasis kolektif, sejalan dengan target jangka panjang peningkatan prestasi Timnas Indonesia di level regional maupun internasional.[THQ]

