Categories: Regional

Puluhan Karyawan Laporkan Perlakuan Zalim Kepala Puskesmas Sabo Kingking Palembang yang Larang Hamil

RELUNG.ID — Inspektorat Pemerintah Kota Palembang menerima laporan kasus yang menggemparkan dari Puskesmas Sabo Kingking, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasus yang memilukan tersebut berawal dari laporan puluhan karyawan Puskesmas Sabo Kingking yang mengalami perlakuan zalim dan arogan dari kepala puskesmas, terkait dengan aturan yang dianggap tidak bijaksana.

Kasus ini mencuat ketika 18 karyawan Puskesmas Sabo Kingking menyampaikan keluhannya pada Selasa (6/2/2024).

BACA Juga : 6 Ribu Formasi ASN dan PPK akan Diajukan Pemprov Sumsel

Aduan aturan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dinilai tidak masuk akal, seperti larangan bagi karyawan untuk hamil dan penolakan terhadap hak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala Inspektorat Palembang, Jamiah Haryanti menyebutkan pada saat laporan tersebut perwakilan pegawai Puskesmas Sabo Kingking meluapkan emosinya saat melaporkan kasus ini.

“Mereka mengeluhkan sikap tidak profesional yang telah terjadi bertahun-tahun dari kepala puskesmas tersebut, ” kata dia.

BACA Juga : Gadis di Banyuasin Tewas di Acara Orgen Tunggal, Diduga Overdosis

“Aturan yang diterapkan di Puskesmas Sabo Kingking, seperti larangan hamil dan larangan menggunakan telepon tanpa izin, dinilai sebagai keinginan pribadi yang tidak sesuai dengan prinsip kepegawaian yang berlaku, ” tambahnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Inspektorat Palembang segera melaporkan kasus ini kepada Dinas Kesehatan.

“Kami akan memfasilitasi mediasi dan klarifikasi antara karyawan dengan kepala puskesmas tersebut, ” kata dia.

BACA Juga : Kota Paling Tidak Toleran 2023, Palembang Masuk 10 Besar

Selain mendengarkan keluhan dari karyawan, Inspektorat Palembang juga akan mendengarkan klarifikasi dari kepala Puskesmas Sabo Kingking.

“Proses mediasi ini diharapkan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dengan adil dan transparan, ” kata dia.

Dalam keterangan dari salah satu karyawan Puskesmas Sabo Kingking, DA, disebutkan bahwa pegawai merasa sangat kecewa dengan sikap arogan dan tidak manusiawi dari kepala puskesmas tersebut.

BACA Juga : Catat, 19 Jadwal Pasar Murah di Sejumlah Kantor Kecamatan Palembang, Jangan Sampai Ketinggalan!

“Perlakuan yang tidak adil dan melanggar hak-hak karyawan telah menyebabkan ketegangan yang berkepanjangan, ” kata dia.

DA juga menegaskan bahwa laporan mengenai perilaku kepala puskesmas sudah dilaporkan sejak tahun 2018 kepada Dinas Kesehatan, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut yang jelas.

“Karyawan berharap agar Inspektorat Palembang dan Dinas Kesehatan dapat mengambil tindakan yang tegas dan memperjuangkan hak-hak mereka yang telah dilanggar, ” kata dia.

Eko Prasetyo Jayawisuda

Recent Posts

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga

RELUNG. ID-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga…

9 hours ago

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

RELUNG.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Kedokteran…

12 hours ago

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

RELUNG.ID - Tim gabungan Satres Narkoba Polrestabes Palembang bersama Ditres Narkoba Polda Sumsel dan BNN Provinsi…

13 hours ago

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

RELUNG.ID - Status Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan…

13 hours ago

Hotspot Menumpuk, Karhutla Berulang: Bumi Mekar Hijau dan Pengawasan Konsesi Sinar Mas Disorot

RELUNG.ID - Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Sumsel, lebih dari 1200 titik panas terverifikasi…

14 hours ago

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

RELUNG.ID - Artis sekaligus influencer, Jennifer Coppen akhirnya angkat bicara terkait namanya yang terseret kasus…

14 hours ago