RELUNG.ID- Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten OKU dengan agenda membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun 2025, ricuh dan diwarnai aksi saling dorong antar sesama anggota dewan.
Insiden ini terjadi dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD OKU, Parwanto dari Fraksi Gerindra, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Rapat yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Kamis (16/1) kemarin. Berubah menjadi ajang adu argumen sengit, bahkan sempat terjadi saling dorong di antara anggota dewan.
Penyebab utama kericuhan diduga karena protes dari sejumlah anggota DPRD OKU yang merasa tidak dihormati dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu anggota DPRD OKU dari Fraksi PAN, Sahril Elmi, menyampaikan keberatan atas mekanisme rapat. Ia menilai adanya ketidaksopanan dan ketidakadilan dalam pelaksanaan rapat tersebut.
“Kami sudah meminta dengan baik dan hormat, tetapi kalau rapat seperti ini, bagaimana anggota dewan lainnya? Tidak sopan, tidak boleh seperti itu. Kalau begini, namanya tidak menghormati dan menghargai kami,” tegasnya.
Kericuhan semakin memuncak ketika beberapa anggota dewan yang tidak tergabung dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Banggar memasuki ruang rapat.
Mereka mempertanyakan alasan anggota dari Fraksi PAN, NasDem, dan Demokrat tidak dilibatkan dalam AKD.
Situasi memanas setelah Syahril Elmi dan sejumlah rekannya meminta rapat ditunda serta mendesak TAPD untuk meninggalkan ruangan.
Kegaduhan ini membuat beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir dalam rapat berhamburan keluar dari ruang Banmus.
Tak lama berselang, sejumlah anggota dewan yang meminta penundaan rapat juga meninggalkan ruangan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya keharmonisan dan etika dalam proses legislatif, khususnya dalam pembahasan anggaran yang sangat menentukan pembangunan daerah. (AMZ)

