RELUNG.ID — Intensitas hujan yang masih tinggi di berbagai wilayah Sumatera Selatan membuat ancaman banjir belum sepenuhnya berlalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan kawasan dataran rendah.
BPBD mencatat, curah hujan yang turun merata di hampir seluruh kabupaten dan kota berpotensi meningkatkan debit sungai secara signifikan. Aliran air dari wilayah hulu menuju hilir dinilai menjadi faktor utama yang memicu luapan sungai saat hujan berlangsung lama.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar dampak banjir dapat diminimalkan.
“Ketika hujan turun terus-menerus, debit sungai akan naik dan berisiko meluap, apalagi jika bersamaan dengan pasang air,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan pemantauan, sejumlah aliran sungai utama di Sumsel mengalami peningkatan debit, termasuk Sungai Musi dan Sungai Baung. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi kembali menggenangi kawasan permukiman di wilayah hilir.
Sebagai langkah preventif, BPBD Sumsel memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, sekaligus menyiagakan tim reaksi cepat untuk merespons laporan banjir. Dua tim telah dikerahkan ke OKU Timur untuk membantu penanganan dan memastikan keselamatan warga.
Sudirman menegaskan, kejadian banjir di OKU Timur beberapa waktu lalu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, sehingga air sungai meluap dan tertahan di permukiman.
Selain OKU Timur, beberapa titik genangan juga sempat dilaporkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, khususnya di Kecamatan Mesuji dan Lempuing. Meski kondisi mulai membaik, BPBD tetap meminta masyarakat tidak lengah.
BPBD Sumsel juga mengajak warga untuk aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan secara resmi. Langkah mitigasi sederhana, seperti mengamankan barang berharga dan menyiapkan jalur evakuasi, dinilai penting dilakukan selama musim hujan masih berlangsung.
“Kesiapsiagaan warga menjadi kunci. Dengan informasi yang tepat dan persiapan sejak awal, risiko dapat ditekan,” pungkas Sudirman.[THQ]

