RELUNG.ID – Polemik Ketua Umum Grib Jaya, Hercules dengan purnawirawan TNI kini terus memanas usai menantang Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Kini, Purnawirawan Jenderal Kopassus, Yayat Sudrajat pun angkat bicara dan membongkar kisah Hercules saat berada di Timor Timur (Timtim) yang kini bernama Timor Leste.
Dalam YouTube Hersubeno Point, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Yayat Sudrajat ini mengatakan, semasa jejak pendapat tahun 1999 yang kala itu dia masih berpangkat sebagai Letnan Kolonel. Yayat, diterjunkan ke Timtim dari Kopassus sebagai Dansatgas Intelijen Tribuana 8.
Yayat memiliki misi memastikan jajak pendapat atau referendum berjalan baik. Pada satu momen, Yayat yang sedang berada di Dili, didatangi Hercules.
Saat itu, pria yang bernama asli Rosario de Marshal ini membawa nama senior Yayat yaitu Zacky Anwar Makarim. Dengan membawa nama seniornya, Hercules meminta dikawal untuk pulang ke kampung halamannya di sebuah daerah di Timtim. Karena dia tidak berani pulang sendirian mengingat situasi masih kacau saat itu.
“Intinya, dia mau pulang ke kampung tapi tidak berani sehingga dia bawa nama Pak Zacky Anwar. Jadi saat itu saya siapkanlah ya dan aman gitu,” katanya.
Dengan jasa itu, seharusnya Hercules berterima kasih kepada TNI dan menghormati setiap pasukan serta purnawirawannya.
“Itulah ya si Hercules lah, dan semua orang tahulah kalau si Hercules itu memang preman gitu loh,” terangnya yang membela Gatot Nurmantyo.
Meski dia merasa hebat. Namun, bagi Yayat, Hercules tidak hebat karena Hercules mau pulang kampung pun dia takut dan meminta bantuannya dengan membawa nama Pak Zacky Anwar.
Karena itu, dia pun benar-benar marah dengan Hercules. Seharusnya, Hercules itu ingat utang budinya kepada TNI yang membawanya ke Indonesia.
“Sebenarnya dada ini pengin meledak gitu loh He dengan omongan-omongan dia itu ya enggak tahu diri ya.” terangnya.
Menurut Yayat, Hercules ke Indonesia bukan karena cinta Merah Putih, melainkan karena nyalinya takut tinggal di tanah kelahirannya.
“Mungkin dia enggak ngerti, enggak paham gitu apa sih etika budaya di Indonesia karena dia kan awalnya dari Timtim. Dan dia juga bukan karena cinta Indonesia dia lari dari sana takut dia,” tutupnya.
Untuk diketahui, polemik ini berawal dari Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, eks Wadanjen Kopassus yang juga pernah menjabat Gubernur Jakarta (1997-2007) mendukung wacana revisi Undang-Undang Ormas yang digulirkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sebagai basis argumen, Sutiyoso mengungkap pengalaman tidak menyenangkannya selam bersinggunggan dengan ormas, yang lebih mirip preman karena kerap memalak.
Pernyataan Sutiyoso ditanggapi keras Hercules. Ia bahkan menghina Sutiyoso dengan menyebutnya bau tanah. Tak terima Sutiyoso dihina, Gatot angkat bicara. Dia tegas menyebut Hercules preman dan menyangsikan jasanya buat Indonesia. Gatot merasa Hercules kelewatan karena menghina Sutiyoso.
Hercules pun meminta maaf kepada Sutiyoso. Namun, Hercules justru menantang balik Gatot karena tidak terima dibilang tidak berjasa buat Indonesia. (vid)

