RELUNG.ID- Presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad mengaku pernah marah besar kepada putra sulungnya, Rafathar Malik Ahmad, bahkan sampai mengusirnya dari rumah. Hal itu terjadi karena Rafathar dinilai melawan ibundanya, Nagita Slavina.
Cerita tersebut diungkap dalam podcast terbaru yang tayang di kanal YouTube Rans Entertainment, Kamis (19/2/2026).
Dalam perbincangan itu, Rafathar mengungkap perbedaan sikap kedua orang tuanya saat marah.
“Kalau mama suka marah, tapi marahnya enggak serem-serem banget,” ujar Rafathar.
“Kalau papa jarang marah, tapi sekali marah, galak banget,” lanjutnya.
Raffi pun membenarkan hal tersebut. Ia mengaku jarang marah, namun akan bersikap tegas jika melihat anaknya tidak sopan kepada ibunya.
“Kalau Aa melawan mama, kalau Aa bilang sama mama ‘awewewe,’ papa pasti marah,” kata Raffi.
Bahkan, ia pernah mengambil tindakan tegas dengan mengusir Rafathar dari rumah karena tidak mau meminta maaf kepada sang ibu.
“Pernah waktu itu papa usir dari rumah,” ucap Raffi.
“Pernah, pernah,” timpal Rafathar membenarkan.
Raffi mengingat, saat itu Nagita sampai menangis karena sikap Rafathar yang melawan orang tua. Meski lupa detail peristiwanya, Raffi menegaskan dirinya tidak ingin anaknya tumbuh tanpa menghormati orang tua.
“Karena Rafathar ngelawan orangtuanya, ngelawan ibunya, sampai ibunya nangis-nangis, gue lupa kejadian apa. Dia enggak mau minta maaf. ‘Rafathar, kalau enggak minta maaf sama mama, keluar dari rumah,’” tutur Raffi.
Menurut Raffi, ia merasa perlu bersikap tegas karena tidak pernah memberikan contoh perilaku melawan orang tua kepada anaknya.
“Keluar dari rumah kalau ngelawan orangtua terus. Papa segitu sayangnya sama nenek Amy,” ujar Raffi.
Sebelumnya, pada akhir Ramadan 2022, Raffi dan Nagita sempat mengirim Rafathar ke pondok pesantren. Saat itu, Rafathar yang masih berusia enam tahun disebut sedang berada dalam fase pemberontakan, di mana hampir setiap nasihat orang tua selalu dibantah.
Meski hanya sehari berada di pesantren, Nagita menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya mendidik agar Rafathar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tapi aku selalu bilang sama dia, mama masukin (ke pesantren) bukan hukuman, tapi supaya Aa belajar jadi lebih baik,” ujar Nagita.[YKP]

