Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Raksasa Telekomunikasi di Australia Dibobol Hacker
Lifestyle

Raksasa Telekomunikasi di Australia Dibobol Hacker

alwiBy alwi26/09/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Serangan siber kembali terjadi di Australia. Kali ini, yang menjadi target yaitu perusahaan raksasa telekomunikasi yaitu Optus.

Pelaku berhasil membobol informasi pribadi setidaknya 9,8 juta warga Australia, termasuk rincian dari data lain seperti SIM dan Noomor Paspor. Akibat ulah hacker tersebut, kini pemerintah Australia memperketat keamanan siber.

Menteri Keamanan Siber Clare O’Neil diperkirakan akan mengumumkan dengan segera terkait langkah-langkah keamanan siber baru yang akan diberlakukan. Ia juga menyerukan agar perusahaan-perusahaan mengubah cara mereka dalam melindungi data pelanggan.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan serangan siber terbesar ini merupakan panggilan yang besar bagi pemerintah serta sektor korporasi untuk lebih serius dalam mengatasi masalah tersebut.

“Ini adalah peringatan besar bagi sektor korporasi dalam hal melindungi data,” ujar Albanesse kepada radio Brisbane 4BC, yang dikutip dari The Epoch Times.

Dengan langkah keamanan yang baru, bank serta lembaga-lembaga kemungkinan dapat diberi tahu lebih cepat ketika tejadi serangan siber untuk mencegah data pribadi dan akses lain milik korban digunakan.

Sementara itu, dalam upaya untuk menindaklanjuti penjahat dunia maya, jurubicara oposisi dalam negeri Karen Andrews telah mengajukan RUU ke parlemen federal, yang mencakup pelanggaran mandiri baru untuk pemerasan dunia maya dan hukuman penjara yang lebih keras.

Secara khusus, RUU tersebut akan meningkatkan hukuman penjara bagi penjahat dunia maya yang menggunakan ransomware menjadi 10 tahun penjara. Sedangkan mereka yang menargetkan infrastruktur penting milik negara akan menghadapi hukuman maksimum 25 tahun penjara.

“Ini dirancang untuk mengganggu dan menghalangi penjahat dunia maya yang terlibat dalam kegiatan ransomware dan pemerasan dunia maya yang menargetkan warga Australia dan bisnis Australia,” kata Andrews kepada parlemen.

Pihak oposisi lebih lanjut menganggap pemerintah tidak menangani keamanan siber dengan benar. Anggota parlemen Liberal James Paterson itu mengkritik Menteri Keamanan Siber mengenai serangan perusahaan Optus. Paterson meminta agar pihak terkait perlu untuk memberikan penjelasan lengkap kepada pelanggannya, ia juga menuntut permintaan maaf yang tulus dari perusahaan.

“Sudah sepatutnya ketika ada investigasi yang terjadi mereka mengikuti saran Polisi Federal Australia, tetapi itu tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk tidak sepenuhnya terbuka kepada publik tentang bagaimana (pembobolan) ini terjadi dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu ketika fakta-fakta itu diketahui,” singgungnya.

Menurutnya, penjahat dunia maya akan selalu datang dengan cara baru setiap hari untuk menggunakan malware dan, khususnya, ransomware untuk terus membahayakan data diri mereka secara nyata dan tahan lama. Untuk itu pihak oposisi mengusulkan RUU tersebut, agar serangan siber tidak semakin menjamur di negaranya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePencetakan e-KTP di Lubuklingau Dibatasi 50 Keping Perhari
Next Article Pelaku Pembunuhan Sadis di Lubuklinggau Diringkus
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,910 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,782 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,755 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?