RELUNG.ID– Isu dugaan pesugihan yang menyeret nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan di media sosial. Spekulasi tersebut mencuat setelah dua narasumber dalam kanal YouTube Jejak BackPacker, Fitri dan Tuti, membahas sosok artis yang disebut pernah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi.
Dalam perbincangan tersebut, kedua narasumber tidak pernah menyebut nama artis yang dimaksud secara langsung. Namun, sejumlah petunjuk yang disampaikan memicu spekulasi warganet hingga banyak yang mengaitkannya dengan Sarwendah.
Cuplikan video tersebut kemudian ramai beredar di berbagai platform media sosial. Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Sebelumnya, kabar yang mengaitkan Sarwendah dengan praktik pesugihan juga telah dibantah melalui kuasa hukumnya dan disebut sebagai informasi yang tidak benar.
Di tengah ramainya isu tersebut, muncul pernyataan dari seseorang yang mengaku sebagai mantan karyawan Sarwendah. Dalam unggahan yang beredar di media sosial X melalui akun @KemangiNews, akun bernama bibi_nonie menyebut Sarwendah berasal dari keluarga yang telah berkecukupan jauh sebelum menikah dengan Ruben Onsu.
“Sebelum mereka pacaran nih, dia (Sarwendah) sudah punya mobil, sudah punya rumah,” ujar akun tersebut dalam unggahan yang beredar di media sosial, Rabu (15/7/2026).
Pernyataan itu kemudian ditanggapi oleh akun lain bernama Ncess Kalori, yang menyinggung latar belakang bisnis keluarga Sarwendah.
“Tahu nggak yang bikin Mall Taman Anggrek siapa?” tulis akun tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, akun bibi_nonie menyatakan bahwa keluarga Sarwendah telah lama berkecimpung di dunia konstruksi.
“Kan dia kontraktornya. Dia kontraktor dari dulu, udah ada duitnya. Makanya dia dulu disekolahin di luar negeri, kan dulu Wendah sama Wendy disekolahin di luar negeri,” tulisnya.
Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sebagian menilai pengakuan tersebut menjadi sudut pandang lain di tengah spekulasi yang berkembang mengenai asal-usul kekayaan Sarwendah.
Meski demikian, klaim yang disampaikan akun-akun di media sosial tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Begitu pula pernyataan mengenai keterlibatan keluarga Sarwendah sebagai kontraktor pembangunan Mal Taman Anggrek belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Hingga saat ini, tidak terdapat bukti yang menunjukkan keterkaitan Sarwendah dengan praktik pesugihan sebagaimana spekulasi yang beredar di media sosial. Klaim-klaim yang muncul masih sebatas pernyataan pihak-pihak tertentu dan belum terbukti dalam proses hukum maupun melalui bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.[YKP]

