RELUNG.ID – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bergerak cepat mengevaluasi pelaksanaan uji coba Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) yang digelar akhir pekan lalu.
Evaluasi dilakukan menyusul banyaknya kritik masyarakat, khususnya terkait kemacetan lalu lintas.
Dalam rapat bersama jajaran Pemkot, kepolisian, dan instansi terkait, Ratu Dewa menyoroti belum optimalnya pengaturan lalu lintas saat CFD berlangsung.
Penutupan jalur sepanjang 2,8 kilometer, termasuk di kawasan Jembatan Ampera, dinilai memicu kepadatan parah di sejumlah titik seperti Musi 4 dan Musi 6.
“Dari pantauan dan laporan warga, terjadi kemacetan panjang karena kurangnya petugas di titik alternatif. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia juga menilai penempatan personel Dinas Perhubungan belum merata, karena sebagian besar petugas hanya difokuskan di area utama CFD.
Ke depan, ia meminta pengaturan lalu lintas diperbaiki dengan menempatkan petugas di titik-titik rawan kemacetan serta memperjelas rambu-rambu.
Ratu Dewa memastikan uji coba CFD akan kembali dilakukan pekan depan dengan sejumlah perbaikan, sementara rencana peluncuran resmi yang semula dijadwalkan 19 April 2026 ditunda hingga evaluasi dinilai matang.
Selain CFD, pelaksanaan CFN juga tak luput dari perhatian. Meski dinilai berjalan cukup baik, sejumlah catatan masih ditemukan, terutama terkait pengelolaan sampah dan fasilitas pendukung.
Ia menyoroti minimnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) serta kurangnya edukasi kepada pengunjung dan pedagang. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta aktif memberikan sosialisasi, termasuk melalui mobil keliling.
Di sisi lain, kawasan Kolonel Atmo yang menjadi pusat kegiatan CFN diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Pemerintah pun diminta menata kantong parkir dan memastikan tarif parkir sesuai aturan.
“Jangan sampai ada tarif parkir yang melebihi ketentuan,” tegasnya.
Ratu Dewa juga meminta peningkatan kualitas acara dengan menonjolkan identitas lokal Palembang, seperti pertunjukan seni tradisional dulmuluk, hiburan kreatif, serta pelibatan UMKM.
Ia menambahkan, keberadaan posko kesehatan, pencahayaan yang memadai, serta penempatan petugas Satpol PP yang lebih mobile juga menjadi bagian penting dalam perbaikan ke depan.
Rencananya, peluncuran resmi CFN akan digelar pada 18 April 2026 dan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan.
Ratu Dewa menegaskan bahwa seluruh evaluasi ini akan segera ditindaklanjuti agar kegiatan bebas kendaraan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar evaluasi, tapi komitmen kami untuk menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat,” pungkasnya. (DSK)

