RELUNG.ID – Lomba Lukis dan Mewarnai Dua Pahlawan Nasional Sumatera Selatan mendapat antusias warga khususnya di Kota Palembang.
Hal ini terlihat di Musem Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang dipadati ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan kalangan umum.
Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum, dan HAM, Edison mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana edukatif yang menyenangkan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan anak-anak dan remaja.
“Kegiatan ini sangat relevan untuk membangkitkan semangat kebangsaan melalui cara-cara menyenangkan, menggunakan talenta peserta lewat gambar, kanvas, kuas, crayon, dan cat,” ujar Edison.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk pelestarian budaya dan penguatan semangat gotong royong dalam menjaga warisan leluhur..
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Septa Marus, menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan museum sebagai ruang publik yang aktif, edukatif, dan inklusif.
“Kami ingin menjadikan museum sebagai tempat masyarakat belajar, berekspresi, berkreasi, dan mencintai budayanya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Taufan Arifin, mencatat bahwa sebanyak 128 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga umum turut ambil bagian dalam lomba melukis.
Ia mengungkapkan, banyak calon peserta tidak dapat mendaftar karena kuota penuh akibat sistem pendaftaran online yang menutup otomatis.
“Ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kedisiplinan dan adaptasi terhadap sistem berbasis teknologi,” jelas Taufan.
Tema lomba mengangkat potret dua pahlawan nasional asal Sumatera Selatan, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II dan dr. A.K. Gani. Menurut Taufan, tema ini jarang diangkat dalam kompetisi serupa, sehingga menjadi momen penting untuk mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.
Selain lomba, acara juga diramaikan oleh workshop “Potrait Oil on Canvas” yang diikuti 70 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga.
Para peserta diajarkan teknik dasar menggambar sketsa, proporsi wajah, pemilihan warna kulit, hingga teknik pewarnaan dan komposisi.
Sesi ini dipandu langsung oleh Taufan Arifin, yang juga menjawab berbagai pertanyaan teknis mengenai alat dan media lukis.
Proses penjurian karya dilakukan pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025 oleh tiga juri profesional yakni, Taufan Arifin (Praktisi Seni Rupa, Sewarnarupa Galeri, Dewan Kesenian Palembang), Erwan Suryanegara (Akademisi dan Praktisi Seni Rupa) dan Joko Susilo (Ketua Komite Seni Rupa DKP).
Kriteria penilaian meliputi kemiripan tokoh, teknik melukis, kreativitas, proporsi, ekspresi, dan penguasaan media. Taufan menekankan bahwa kesalahan kecil dalam bentuk dapat mempengaruhi karakter tokoh secara keseluruhan.
“Harmoni warna dan pemahaman karakter bahan sangat menentukan hasil akhir karya,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Ketua Dewan Kesenian Palembang, Muhammad Nasir, menilai kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukatif untuk menanamkan nilai sejarah dan semangat patriotisme.
“Ini membuka wacana baru sekaligus menjadi sarana untuk menemukan potensi seniman muda Palembang,” pungkasnya. (YIP)

