RELUNG.ID- Ketua Umum Relawan Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, menilai kubu Roy Suryo merasa ketakutan jika perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, benar-benar bergulir ke persidangan.
Karena itu, Razman menyarankan Roy Suryo dan pihak terkait untuk bertemu langsung dengan Jokowi guna meminta maaf.
Pernyataan tersebut disampaikan Razman menanggapi klaim pihak Roy Suryo yang menyebut penanganan perkara tudingan ijazah palsu Jokowi telah melampaui batas waktu sebagaimana diatur dalam KUHAP.
“Kalau dibilang penanganannya lewat batas waktu yang harusnya Februari, menurut saya tidak juga. Jika mereka memang tidak puas dengan prosesnya, sebelum masuk ke pengadilan substantif, mereka silakan ajukan praperadilan,” ujar Razman di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026).
Namun demikian, Razman menilai kubu Roy Suryo tidak memiliki keyakinan untuk menempuh jalur praperadilan. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya ketakutan menghadapi proses persidangan.
“Tapi mereka mengatakan tidak yakin, kalau praperadilan itu nanti tidak yakin, lho terus bagaimana dengan pengadilan? Nah, sama dengan menurut saya ya mereka takut sebenarnya masuk ke ruang sidang,” katanya.
Razman juga menyarankan agar Roy Suryo Cs menemui Jokowi secara langsung. Ia menilai Jokowi masih membuka ruang untuk memaafkan pihak-pihak yang terlibat dalam polemik tersebut.
“Ya kalau mereka takut datang ke ruang sidang, tidak salah juga kalau saya menyarankan cobalah ketemu dengan Pak Jokowi. Mana tahu Pak Jokowi memaafkan,” ucapnya.
Menurut Razman, Jokowi merupakan sosok yang terbuka dan tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang ingin meminta maaf.
“Saya kira Pak Jokowi orangnya gentle, tidak ada masalah,” tambahnya.
Meski begitu, Razman mengaku prihatin polemik terkait ijazah Jokowi terus berlarut-larut dan menjadi konsumsi publik.
Ia berharap persoalan tersebut dapat dibuktikan secara hukum di pengadilan.
“Ya kalau saya ditanya, ya saran saya, sidang, bawa ke pengadilan, buktikan di sana. Ya semoga saja pihak Roy bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan Pak Jokowi semoga saja juga beliau bisa membuktikan bahwa ijazahnya asli,” tuturnya.
Razman juga mengaku tidak percaya jika ijazah Jokowi disebut palsu mengingat rekam jejak politik Jokowi yang pernah menjabat Wali Kota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI dua periode.
“Tapi kalau dari saya ya saya yakin lah, masa Wali Kota dua periode, Gubernur DKI satu periode, Presiden dua periode, masa iya ijazahnya palsu,” pungkasnya.[YKP]

