RELUNG.ID – Realme dikabarkan akan kembali beroperasi sebagai sub-merek di bawah naungan Oppo.
Informasi ini mencuat seiring restrukturisasi terbaru yang dilakukan oleh jajaran mantan konglomerat BBK Electronics.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media teknologi asal Tiongkok, Leifeng.com, yang mengutip sumber internal Oppo.
Dalam restrukturisasi ini, pendiri sekaligus CEO Realme, Sky Li, disebut tetap mempertahankan posisinya dan akan memimpin Realme sebagai sub-merek di bawah manajemen Oppo.
Menurut laporan tersebut, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Oppo untuk memperkuat kolaborasi internal antara Oppo, Realme, dan OnePlus.
Selain itu, restrukturisasi ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi manajemen sumber daya serta memperkuat strategi ekspansi global Oppo.
Dalam struktur organisasi baru ini, Oppo akan berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme akan beroperasi sebagai sub-merek pendukung.
Masing-masing sub-merek tetap akan menjalankan strategi pemasaran yang berbeda sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
Meski terjadi perubahan struktur organisasi, laporan tersebut menegaskan bahwa restrukturisasi ini tidak akan memengaruhi rencana peluncuran produk Realme ke depan.
Seluruh perangkat Realme yang telah dijadwalkan tetap akan dirilis sesuai rencana.
Selain itu, Realme juga disebut akan diintegrasikan ke dalam sistem layanan purna jual Oppo, yang mencakup lebih dari 5.000 toko fisik di seluruh wilayah Tiongkok.
Untuk diketahui, Realme pertama kali diluncurkan sebagai sub-merek Oppo pada Mei 2018, sebelum kemudian bertransformasi menjadi merek independen di tahun yang sama.
Sementara itu, BBK Electronics, konglomerat yang sebelumnya menaungi Oppo, vivo, OnePlus, iQOO, dan Realme, resmi dibubarkan pada 2023.
Posisi BBK kemudian digantikan oleh tiga entitas utama, yakni Oppo, vivo, dan imoo, produsen jam tangan pintar untuk anak-anak. (LWM)

