RELUNG.ID- Wali Kota Palembang Ratu Dewa menunjukkan komitmennya dalam menangani maraknya kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran pelajar yang belakangan kerap terjadi di wilayahnya.
Ia menyatakan akan menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI, Kepolisian, dan Komnas HAM untuk merumuskan pola pembinaan bagi pelajar bermasalah, termasuk opsi penempatan di barak militer.
Ratu Dewa menegaskan bahwa persoalan kriminalitas yang melibatkan pelajar tak bisa hanya disikapi secara parsial. Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat diperlukan demi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif.
“Saya akan mengkaji secara komprehensif, termasuk nanti bersama Komnas HAM,” ujar Ratu Dewa, Rabu (7/5/2025).
Ia mencontohkan beberapa kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur, termasuk kasus begal terhadap seorang marbot masjid di kawasan Dwikora, serta aksi tawuran dan balapan liar yang masih sering terjadi.
“Beberapa hari lalu ada kejadian begal lagi terhadap seorang marbot masjid di Dwikora yang hendak pulang. Selain itu, masih banyak aksi tawuran dan kebut-kebutan di jalan. Saya sudah bicara dengan Pak Danrem, Panglima Kodam II/Sriwijaya, dan Kapolresta Palembang. Kami akan rembuk bersama untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Palembang juga berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program pembinaan tersebut.
“Pastinya, Pemkot akan menyiapkan dana kaitan dengan itu, termasuk Komnas HAM akan saya ajak bicara,” tegasnya.[DSK]

