RELUNG.ID- Pengamat politik Rocky Gerung menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebaiknya mengundurkan diri untuk meredam potensi kerusuhan massa sekaligus mencegah Presiden Prabowo Subianto terseret dalam polemik keabsahan status wakil presiden.
Pandangan tersebut disampaikan Rocky dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal, Kamis (8/10/2026). Wawancara itu direkam sehari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait gugatan mengenai persyaratan pendidikan Gibran, pada 7 Oktober 2026.
Dalam wawancara tersebut, Akbar menyebut MK menolak gugatan Denny Indrayana dan kawan-kawan, tetapi menyatakan tidak menemukan bukti terkait ijazah Gibran. Rocky menilai sikap MK justru menghindari tanggung jawab atas persoalan tersebut.
“Mereka melempar bola panas ke DPR,” ujar Rocky.
Rocky mengatakan ada tiga hal yang perlu dicegah setelah putusan tersebut. Pertama, potensi kerusuhan massa akibat akumulasi kemarahan publik. Menurutnya, sebagian masyarakat dapat memandang putusan itu sebagai pembenaran atas kecurigaan yang selama ini berkembang.
“Orang merasa semua yang kita curigai akhirnya terbukti,” katanya.
Rocky juga menyinggung aksi sejumlah ketua DPRD di daerah yang menurunkan foto Gibran, salah satunya di Sukabumi. Ia menilai dinamika tersebut menunjukkan persoalan ini berpotensi meluas menjadi gejolak politik.
Kedua, Rocky tidak ingin polemik mengenai status Gibran turut membebani Presiden Prabowo. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak sampai menimbulkan stigma terhadap kepala negara.
“Jangan sampai Presiden ternyata punya pasangan yang ilegal,” ujarnya.
Ketiga, Rocky menilai persoalan tersebut harus diselesaikan melalui DPR karena telah berkembang menjadi masalah politik. Menurutnya, penyelesaian perlu ditempuh untuk mencegah polemik berkepanjangan dan meredam ketegangan di tengah masyarakat.
“Dalam benak saya, betapa elegannya kalau Gibran mundur untuk mencegah kerusuhan massa dan mencegah Presiden dikaitkan dengan pasangan yang ilegal. Itu langkah awal. Dia harus bertindak seperti negarawan,” kata Rocky.
Rocky menegaskan usulan agar Gibran mengundurkan diri merupakan pandangan pribadinya, bukan sikap resmi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Ia mengatakan akan menyampaikan pandangan tersebut secara pribadi kepada Presiden. Rocky juga menjelaskan bahwa pernyataan atas nama dewan memiliki batasan yang diatur undang-undang.
“Saya tidak bisa menjelaskannya seolah-olah itu pikiran saya sebagai anggota dewan. Itu akan saya jelaskan secara pribadi kepada Presiden,” ujarnya.[YKP]

