RELUNG.ID – Misteri kematian pemuda berinsial MK (20) yang ditemukan tewas tergantung di rumah bekas kebakaran di Jalan Veteran, Lorong RRI, RT 09, RW 02, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II Palembang mulai menemukan titik terang.
Berdasarkan hasil autopsi, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara menerangkan penyebab kematian korban akibat hilangnya pernapasan karena jeratan di leher. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan luka-luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Kapolsek Ilir Timur II AKP Firmansyah , Rabu (17/6)
Terkait kondisi tangan korban yang ditemukan dalam keadaan terikat, Firmansyah menjelaskan bahwa ikatan tersebut tidak dalam kondisi kencang dan masih memungkinkan korban untuk menggerakkan tangannya.
“Ikatan di tangan korban menggunakan tali sepatu dan sifatnya kendor. Tidak ditemukan bekas memar atau luka akibat ikatan tersebut. Hal ini juga telah kami dokumentasikan dan menjadi bagian dari penyelidikan,” katanya.
Mengenai adanya temuan alat yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkoba di sekitar lokasi kejadian, Firmansyah menegaskan bahwa benda tersebut belum tentu berkaitan dengan korban.
Menurutnya, lokasi ditemukannya korban merupakan rumah bekas kebakaran yang sudah lama tidak dihuni sehingga dapat diakses oleh siapa saja.
“Rumah tersebut dalam kondisi tidak berpenghuni. Ada satu ruangan yang masih utuh dan bisa dimasuki oleh siapa saja. Jadi temuan benda-benda di lokasi belum tentu milik korban,” jelasnya.
Dari keterangan keluarga, lanjut Firmansyah, korban tidak memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Namun korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan cenderung memendam masalahnya sendiri.
“Keluarga menyampaikan bahwa korban tidak memiliki kelainan atau gangguan jiwa. Namun jika ada masalah, korban biasanya tidak banyak bercerita dan lebih memilih diam,” ungkapnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sudah tidak pulang ke rumah selama dua hari dan sempat dicari oleh pihak keluarga.
“Korban terakhir diketahui sudah dua hari tidak berada di rumah. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi tersebut,” katanya.
Meski hasil autopsi mengarah pada dugaan bunuh diri, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan untuk melengkapi seluruh fakta yang ada. Namun berdasarkan hasil otopsi dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan terhadap korban,” tutupnya. (DNP)

