RELUNG.ID- Persaingan atlet dengan bayaran tertinggi di dunia kian sengit pada 2025. Majalah bisnis Forbes mencatat ambang batas untuk menembus daftar 50 atlet terkaya dunia kini melonjak menjadi US$53,6 juta per tahun, naik hampir 19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di tengah lonjakan tersebut, Cristiano Ronaldo kembali menegaskan dominasinya. Bintang sepak bola asal Portugal itu memuncaki daftar atlet dengan bayaran tertinggi dunia 2025 versi Forbes dengan pendapatan fantastis mencapai US$275 juta atau sekitar Rp4,6 triliun dalam periode 1 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025.
Dari total tersebut, US$225 juta berasal dari gaji, bonus, serta hak komersial di lapangan, sementara US$50 juta lainnya diperoleh dari sponsor dan berbagai bisnis pribadi. Forbes mencatat, capaian Ronaldo ini menjadi pendapatan tahunan tertinggi ketiga sepanjang sejarah atlet aktif.
Di posisi kedua, pebasket NBA Stephen Curry membukukan pendapatan US$156 juta, dengan porsi terbesar datang dari sponsor dan aktivitas bisnis di luar lapangan. Petinju kelas berat Tyson Fury menempati peringkat ketiga dengan US$146 juta, yang sebagian besar berasal dari bayaran pertandingan profesional.
Sementara itu, bintang American Football Dak Prescott berada di posisi keempat dengan US$137 juta, disusul Lionel Messi di peringkat kelima dengan US$135 juta. LeBron James berada di urutan keenam dengan US$133,8 juta, jauh lebih tinggi dibanding ambang batas top 50 yang kini makin ketat.
Daftar 10 besar atlet dengan bayaran tertinggi dunia 2025 versi Forbes adalah sebagai berikut:
1. Cristiano Ronaldo (Sepak Bola) – US$275 juta
2. Stephen Curry (Basket) – US$156 juta
3. Tyson Fury (Tinju) – US$146 juta
4. Dak Prescott (American Football) – US$137 juta
5. Lionel Messi (Sepak Bola) – US$135 juta
6. LeBron James (Basket) – US$133,8 juta
7. Juan Soto (Bisbol) – US$114 juta
8. Karim Benzema (Sepak Bola) – US$104 juta
9. Shohei Ohtani (Bisbol) – US$102,5 juta
10. Kevin Durant (Basket) – US$101,4 juta
Secara keseluruhan, 50 atlet dengan bayaran tertinggi dunia pada 2025 mengumpulkan pendapatan gabungan sebesar US$4,23 miliar. Angka ini memecahkan rekor tahun sebelumnya yang berada di US$3,88 miliar.
Forbes menilai lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya pendapatan di lapangan yang mencapai US$3,19 miliar, naik signifikan dalam tiga tahun terakhir. Masuknya LIV Golf yang didukung Arab Saudi, rekor pemasukan NBA, serta nilai kontrak atlet yang kian besar menjadi faktor utama.
Pendapatan dari sponsor dan bisnis atlet juga tetap kuat, dengan total mencapai US$1,04 miliar. Forbes memprediksi tren ini belum akan melambat, terutama dengan dimulainya kontrak siaran nasional NBA bernilai miliaran dolar dalam waktu dekat. [YKP]

