RELUNG.ID- Pakar telematika Roy Suryo menegaskan dirinya tidak akan menempuh jalur restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pernyataan itu disampaikan Roy saat ditemui di sebuah restoran di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
“Insya Allah 99,9 persen saya tidak akan meminta RJ. Itu klir betul,” kata Roy.
Sikap Roy berbeda dengan Rismon Sianipar, yang sebelumnya berada dalam satu barisan dengannya meragukan keaslian ijazah Jokowi. Rismon kini justru memilih meminta maaf kepada Jokowi dan menempuh jalur keadilan restoratif.
Roy menegaskan dirinya bersama pihak lain tetap akan mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
“Kita bersama-sama juga tetap menegakkan dan men-challenge ijazah dari Jokowi yang 99,9 persen palsu tadi,” ujarnya.
Menurut Roy, polemik terkait ijazah Jokowi tidak akan berakhir sampai dokumen asli ditunjukkan secara terbuka kepada publik.
Ia bahkan mengibaratkan polemik tersebut tidak akan berhenti sebelum ada kejelasan mengenai dokumen tersebut.
“Perang Amerika, Israel lawan Iran saja tidak akan berhenti sebelum Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Jadi artinya ini tetap terus,” kata Roy.
Roy juga menanggapi sikap Rismon yang kini memilih berdamai dan telah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi.
Menurut Roy, ia hanya bisa berharap Rismon mendapat petunjuk.
“Saya di bulan suci Ramadan ini hanya bisa mengatakan, semoga Rismon Hasiholan Sianipar mendapatkan hidayah. Bagi orang yang mungkin lagi enggak jelas, lagi tersesat atau lagi apa, doakan saja,” ujar Roy.[YKP]

