RELUNG.ID – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di RANS Office Building, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/9/2026), diwarnai ketegangan.
Puluhan pemegang saham yang datang ke lokasi mengaku kecewa setelah diminta meninggalkan area gedung dan tidak diperbolehkan mengikuti RUPSLB secara tatap muka.
Sejumlah pemegang saham mengaku telah menerima undangan melalui email yang mencantumkan RANS Office Building di kawasan Bumi Serpong Damai sebagai lokasi pelaksanaan RUPSLB.
Mereka bahkan datang sejak pagi dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda tersebut. Namun, setibanya di lokasi, mereka mendapat informasi bahwa peserta yang dapat mengikuti RUPSLB secara offline dibatasi hanya lima orang.
Pembatasan tersebut disebut tidak diketahui oleh seluruh pemegang saham yang telah hadir. Sejumlah investor bahkan mengaku sudah berada di lokasi sejak sekitar pukul 08.00 WIB, meski agenda RUPSLB baru dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 WIB.
Situasi kemudian memanas ketika pihak manajemen meminta para pemegang saham yang berada di lokasi untuk meninggalkan area RANS Office Building.
Para investor yang hadir mempertanyakan kebijakan tersebut. Mereka menilai seharusnya ada ruang tatap muka yang dapat digunakan pemegang saham ritel untuk mengikuti agenda RUPSLB.
Pemegang saham asal Bogor, Irfan, mengaku kecewa karena telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk menghadiri rapat tersebut.
Menurut Irfan, kedatangan para investor ke lokasi dilakukan karena mereka menerima undangan yang mencantumkan lokasi RUPSLB secara jelas.
Namun, sesampainya di lokasi, para pemegang saham justru tidak mendapatkan akses untuk mengikuti rapat secara langsung.
Kekecewaan serupa disampaikan Farsa, pemegang saham asal Tangerang Selatan. Ia mengaku telah datang sejak pagi dengan harapan dapat mengikuti RUPSLB secara tatap muka.
Farsa menyayangkan tidak adanya solusi yang dianggap memadai bagi para pemegang saham yang sudah datang ke lokasi.
Ketegangan semakin meningkat setelah para investor diminta membubarkan diri. Mereka kemudian meminta pertanggungjawaban penyelenggara terkait mekanisme pelaksanaan RUPSLB tersebut.
Para pemegang saham menilai pelaksanaan RUPSLB perdana RANS Entertainment seharusnya memberikan kejelasan mengenai akses investor, khususnya mereka yang telah datang langsung ke lokasi berdasarkan undangan yang diterima.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak penyelenggara maupun manajemen RANS Entertainment masih diupayakan untuk memberikan klarifikasi terkait pembatasan peserta dan pelaksanaan RUPSLB secara tatap muka tersebut. (vid)

