RELUNG.ID – Korban jiwa akibat terbakarnya sumur minyak ilegal di Rawa Sungai Dewas Parung, Dusun V, Srigunung Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba) pada 21 Juni 2024 lalu, kini bertambah.
Satu orang kembali ditemukan di area terbakarnya sumur minyak ilegal tersebut. Dimana, korban ditemukan dalam kondisi sudah tewas.
“Jadi total korbannya yaitu sebanyak lima orang, sementara empat lainnya mengalami luka berat,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, Senin (22/7).
Dia menjelaskan, korban ini tewas akibat ledakan yang terjadi di sumur minyak ilegal setelah kebocoran pada tutup valve dan pipa saluran. Kebocoran tersebut diduga sengaja dibuat oleh masyarakat setempat untuk mengambil tumpahan minyaknya.
“Ini tragedi kemanusiaan, sudah banyak masyarakat menjadi korban. Mereka kesulitan mencari penghasilan sehingga nekat melakukan kegiatan yang membahayakan jiwa mereka sendiri,” terangnya.
Untuk mengatasi situasi ini, pihaknya telah mengerahkan personel untuk menutup lokasi dan memberikan imbauan agar masyarakat menjauh.
Dia juga meminta pihak SKK Migas untuk memasang perimeter pengaman agar area tersebut steril dan tidak bisa dimasuki masyarakat.
Namun, tantangan yang dihadapi sangat berat, termasuk banyaknya akses menuju lokasi dan kondisi tanah yang licin serta berlumpur akibat genangan minyak mentah.
Kapolda Wibowo menekankan pentingnya komitmen dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan untuk menghentikan semua bentuk penambangan ilegal.
“Penegakan hukum saja tidak bisa menghentikan penambangan ilegal. Perlu solusi, kerja sama, dan dukungan semua pihak termasuk pemerintah dan juga TNI untuk melakukan penindakan pembongkaran terhadap kilang minyak ilegal. Ini karena resistensi dari masyarakat sangat tinggi di samping juga dibutuhkan biaya besar,” pungkasnya. (AYK)

