RELUNG.ID – Aktivitas pabrik pembuatan paving block yang berlokasi di tepi jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Martapura, OKU Timur menjadi sorotan.
Pasalnya, aktivitas pabrik tersebut dikeluhkan warga sekitar lantaran menyebabkan kebisingan yang dinilai mengganggu kenyamanan.
“Suara bising ini terdengar saat pabrik beroperasi mulai pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB,” kata seorang warga sekitaran lokasi, Andriansyah (35).
Dia mengaku suara bising ini tentunya sangat menganggu kenyamanan. Mereka juga telah beberapa kali mendatangi pabrik agar meminimalisir kebisingan suara saat produksi paving block ini. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan.
“Setiap hari kami masih mendengar suara bising dari pabrik ini, dan kami tentunya terganggu,” katanya.
Sementara itu, Warga sekitar, Dwi Fauzi (45) mengakui jika mereka terganggu dan tidak nyaman akibat suara bising yang disebabkan pabrik paving block tersebut. Terlebih lagi, operasional pabrik ini tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu bersama warga sekitar.
“Kami merasa tidak pernah diberitahu dan tidak tahu sama sekali perihal pabrik itu. Baru beberapa pekan ini kami tahu kalau itu pabrik pembuatan paving block,” ujarnya.
Meski demikian, dia berharap pihak pabrik dapat mengatasi suara bising dari mesin saat beroperasi. Sehingga warga tidak terganggu.
“Kami hanya minta bagaimana caranya suara bising dari pabrik itu tidak terlalu kuat. Apa lagi kalau pagi, kita masih tidur tiba-tiba dikagetkan suara bising dari pabrik. Jadi biar sama-sama nyaman, ya dicari solusinya oleh pihak pabrik,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Penanggung Jawab Pabrik Paving Block, Reza mengaku baru berada di lokasi sehingga tidak tahu jika permasalahan warga yang merasa terganggu akibat aktivitas pabrik tempatnya bekerja.
“Saya baru. Saya melanjutkan saja. Kata penanggung jawab sebelumnya, semuanya sudah diurus sama Kades di sini,” katanya.
Menurutnya, pabrik pembuatan paving block tersebut milik CV Karya Baru Sejati dan telah beroperasi sekitar dua bulan terakhir.
“Mengenai izin saya kurang tahu. Yang saya tahu semuanya sudah diurus sama pak Kades. Kata pak Kades semuanya sudah aman. Nanti saya akan konfirmasi lagi sama pak Kades, terkait keluhan dan perizinannya,” pungkasnya. (AMZ)

