RELUNG.ID – Kecelakaan kerja yang menewaskan Supriyanto (37), karyawan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, menyisakan duka mendalam.
Ia diketahui telah bekerja lembur selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter di area pengantongan pupuk urea dan meninggal dunia.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengungkapkan, korban merupakan koordinator lapangan (korlap) untuk pengecekan pupuk urea. Saat kejadian, Supriyanto sedang melakukan pengontrolan pengisian pupuk bersama dua rekannya.
“Korban telah tiga hari kerja lembur dari pukul 23.00 WIB hingga 07.00 WIB. Seharusnya setelah itu ia beristirahat, tapi karena suasana menjelang lebaran, waktu istirahatnya ikut terpangkas,” ujar Harryo, didampingi Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan, saat konferensi pers di Polrestabes Palembang, Selasa (8/4/2025) sore.
Kondisi tubuh yang kelelahan diduga menjadi penyebab korban terjatuh. “Pada saat kejadian, korban dalam kondisi kurang sehat dan sempoyongan sebelum akhirnya terjatuh ke dalam tempat penampungan pupuk urea,” jelas Harryo.
Korban sempat dievakuasi oleh tim K3 PT Pusri dalam keadaan masih bernyawa. Namun karena medan lokasi cukup curam, proses evakuasi berjalan sulit.
Supriyanto akhirnya dilarikan ke rumah sakit milik perusahaan untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong meski telah diberikan tindakan penyelamatan.
Polisi menyatakan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden ini. “Setelah melakukan olah TKP bersama Disnakertrans dan meninjau rekaman CCTV, kami simpulkan kejadian ini murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan unsur pidana atau kesengajaan dari pihak mana pun,” tegas Harryo.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian baru menerima laporan kecelakaan ini pada Minggu, 6 April 2025, karena bersamaan dengan libur Idulfitri. “Keterlambatan informasi dan liburnya instansi terkait cukup menyulitkan investigasi awal,” pungkasnya. (DNP)

