RELUNG.ID- Aksi penjual jamu keliling yang diduga kerap melakukan praktik getok harga viral di media sosial dan memicu keresahan warga Depok, Jawa Barat. Penjual tersebut disebut menjual segelas jamu dengan harga tak wajar, mulai dari Rp 20 ribu hingga menembus Rp 100 ribu, jauh di atas harga normal jamu tradisional yang umumnya berkisar Rp 5 ribu per gelas.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, khususnya di sekitar Jalan Akses Universitas Indonesia (UI) dan kawasan RTM. Penjual jamu tersebut diketahui kerap beroperasi pada malam hari dengan memanfaatkan rasa iba calon pembeli.
Salah satu korban, Lia (25), mengaku mengalami langsung praktik getok harga tersebut saat berada di Jalan Akses UI. Awalnya, ia menolak membeli jamu. Namun, penjual tersebut terus membujuk sambil mengaku membutuhkan uang untuk membayar kontrakan yang telah jatuh tempo.
“Dia datang agak maksa. Saya awalnya nolak, tapi dia bilang buat bayar kontrakan. Karena kasihan, akhirnya saya beli jamu kunyit,” kata Lia, Rabu (14/1/2026), dikutip dari TribunnewsDepok.
Jamu kunyit yang dibeli Lia dibungkus dalam plastik kecil untuk dibawa pulang. Saat hendak membayar menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu, penjual tersebut hanya memberikan kembalian Rp 20 ribu tanpa menjelaskan harga jamu yang dijual.
Artinya, segelas jamu tersebut dibanderol Rp 30 ribu. Menurut pengakuan warga lain di media sosial, harga yang dipatok penjual tersebut bahkan bisa mencapai Rp 100 ribu per gelas, tergantung pada respons dan keberatan pembeli.
Keluhan serupa juga ramai muncul di kolom komentar akun Instagram @depokterkini. Sejumlah warganet mengaku pernah menjadi korban, bahkan ada yang menyebut penjual tersebut kerap meminta uang atau makanan secara cuma-cuma.
“Tangkap saja, itu kebiasaan. Ngambil nasi di tempat kerja gue enggak bilang. Kalau bilang juga gue kasih,” tulis akun @supervincent12.
Lia berharap pihak berwenang dapat segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus tersebut, baik melalui pembinaan maupun penertiban, agar tidak semakin banyak warga yang menjadi korban.
Maraknya kasus getok harga sendiri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, seorang calo bus di Terminal Tipe A Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, juga diamankan petugas setelah mematok tarif bus rute Surabaya–Malang hingga Rp 250 ribu, padahal harga resminya hanya Rp 35 ribu–Rp 40 ribu.
Warga berharap kasus penjual jamu keliling di Depok ini dapat ditangani secara serius agar tidak merusak rasa aman dan kepercayaan masyarakat, terutama di ruang publik.[YKP]

