RELUNG.ID – Seorang juru parkir Krisuspon alias Ipon (38) harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI usai dibacok oleh temannya berinisial JJ saat mengendarai sepeda motor.
Peristiwa pembacokan yang dialami oleh korban Ipon itu terjadi di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Selasa (21/4) sekitar pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan data dihimpun, keterangan dari saksi Efti Dahlia kejadian bermula pada Senin (20/4) sekitar pukul 09.00 WIB, saat itu korban sedang bekerja memarkir kendaraan di area Pasar Induk Jakabaring Palembang.
Pelaku memanggil korban untuk meminta bantuan mengemas barang dagangannya. Saat itu Ipon menolak permintaan JJ, sehingga terjadi cekcok antara keduanya. Pelaku sempat ingin menikam korban namun dilerai pedagang lainnya.
Selasa, (21/4) sekitar pukul 01.00 WIB, korban menceritakan kejadian tersebut kepada saksi Ardiansyah. Saksi pun menemui paman pelaku bernama Komar dengan maksud mendamaikan kedua belah pihak.
Hanya saja saat itu, menurut keterangan Komar, pelaku JJ pulang ke rumahnya di daerah Komering. Sekitar pukul 01.30 WIB, saksi Ardiansyah dan korban Ipon pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda motor berbeda.
Saat perjalanan pulang, rupanya korban yang mengendarai sepeda motor dibuntuti oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor namun dibonceng. JJ langsung menebaskan pedang ke arah korban hingga terkena punggung.
Korban langsung menyelamatkan diri ke rumah saksi Ardiansyah, sedangkan pelaku kabur dengan motornya. Oleh saksi, Ipon dilarikan ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolsek SU I Palembang Kompol Heri membenarkan kejadian tersebut. Dia berkata, usai menerima laporan dari keluarga korban pihaknya langsung mendatangi rumah sakit untuk memintai keterangan korban.
“Keluarga korban telah membuat laporan polisi di Polsek SU I Palembang dan kita juga sudah melakukan cek TKP (tempat kejadian perkara),” kata dia saat diwawancarai awak media, Rabu (22/4) siang.
Masih dikatakan Heri, keributan itu terjadi diduga selisih paham saat berada di pasar. Dimana pelaku meminta bantuan korban namun ditolak.
“Hanya saja kita masih terus melakukan pendalam terkait motif pertikaian itu. Anggota kita di lapangan sudah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” tutupnya. (DNP)

