Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Sempat Kirim Pesan Ingin Berbuka Puasa di Rumah, 3 Polisi Dihabisi Kopda Bazarsah Sebelum Azan Magrib Tiba
Hukum

Sempat Kirim Pesan Ingin Berbuka Puasa di Rumah, 3 Polisi Dihabisi Kopda Bazarsah Sebelum Azan Magrib Tiba

alwiBy alwi08/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sasnia istri dari Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto. (Denny Pratama/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sasnia masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan suaminya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto, pada Senin pagi, 17 Maret 2025.

Saat itu, suaminya meminta agar ia menyiapkan makanan lebih banyak untuk berbuka puasa nanti malam.

“Suami saya masih berpuasa karena saat itu bulan Ramadan. Beliau minta disiapkan makanan banyak, katanya mau buka puasa bersama di rumah setelah penggerebekan,” ujar Sasnia, dengan suara bergetar.

Baca juga :   Diduga Jaringan Internasional, Ibu Muda di Lubuklinggau Simpan Sabu Senilai Rp2 Miliar

Namun, harapan untuk menyambut waktu berbuka itu berubah menjadi kabar duka. Sore harinya, Sasnia menerima pesan di grup WhatsApp: suaminya gugur dalam tugas, tertembak dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung.

Tak hanya Kapolsek Lusiyanto, dua anggota lainnya, Bripka Petrus Apriyanto dan Bripda M Ghalib Surya Ganta, juga tewas dalam insiden tersebut. Ketiganya ditembak mati oleh oknum TNI, Kopda Bazarsah, yang kini menjadi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Fakta menyedihkan ini diperkuat keterangan dua dokter forensik RS Bhayangkara Lampung, dr Chaterina Andriani dan dr I Putu Suwartama, yang melakukan autopsi pada Selasa, 18 Maret 2025.

Baca juga :   Buka Puasa dengan Es Teler Khas Indonesia, Begini Resep dan Cara Buatnya

“Dari hasil pemeriksaan, ketiga korban ditemukan dalam keadaan lambung kosong selama lebih dari 24 jam. Artinya, mereka dalam kondisi berpuasa saat ditembak,” jelas dr Chaterina saat memberikan kesaksian di pengadilan, Senin (7/7/2025).

Ketiga polisi tersebut, lanjutnya, tewas akibat tembakan peluru kaliber 5,56 mm, yang berasal dari senjata laras panjang jenis SS1 dan FNC milik Kopda Bazarsah.

Detail Luka Tembak Menggambarkan Kekejaman dan brutalisme aparat yang memegang senjata.

Baca juga :   MBG di Palembang Diubah Jadi Takjil untuk Buka Puasa Selama Ramadan

Kapolsek Lusiyanto tertembak di dada kanan, peluru menembus jantung dan paru-paru, menyebabkan kematian seketika. Sedangkan Bripka Petrus Apriyanto ditembak dari jarak dekat di mata kiri, peluru menembus otak dan memecahkan tempurung kepala.

Sementara Bripda M Ghalib Surya Ganta mengalami luka tembak di bibir bawah, menembus rahang dan bersarang di tulang iga.

“Kami menemukan sisa proyektil di dalam tubuh korban yang cocok dengan peluru kaliber 5,56 mm. Terutama pada Bripka Petrus, peluru masuk dari kelopak mata, pecah di otak—kemungkinan besar ditembak dari jarak sangat dekat,” terang dr Putu.

Baca juga :   Lima Hari Jelang Idulfitri, Berikut Waktu Buka Puasa untuk Palembang

Sasnia dan keluarga korban lainnya tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia bukan hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga kehilangan sosok pemimpin yang dikenal humanis di lingkungan tugasnya.

“Saya harap pelaku dihukum mati. Suami saya wafat saat berpuasa, dalam tugas. Jangan biarkan ini menjadi luka yang dibiarkan terbuka,” katanya lirih. (YKP)

Arena Sabung Ayam Buka Puasa Kasus polisi ditembak Sidang Kopda Bazarsah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSimpan Sabu di Rumah, Residivis Narkoba di Lubuklinggau Ditangkap
Next Article TikTok Dikabarkan Siapkan Aplikasi Baru Khusus untuk Pasar AS, Peluncuran Direncanakan 5 September
alwi

Related Posts

Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20266 Views
Hukum

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Dipindahkan ke Lapas Tangerang

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,941 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,811 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,784 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?