RELUNG.ID – Satreskrim Polrestabes Palembang dikabarkan telah menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap remaja 13 tahun berinisial ANF.
Terduga pelaku yakni kakak iparnya berinisial RK dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan.
“Ya benar, sudah kami tangkap tadi malam dan sedang diperiksa di Polrestabes Palembang,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kamis (19/12).
Dia mengatakan, kakak ipar korban ini sempat mencoba melarikan diri karena ketakutan. Sehingga, pihaknya langsung melakukan pengejaran dan berhasil ditangkap.
Saat ini pihaknya sedang melakukan visum maupun otopsi terhadap jenazah korban tekait penyebab kematian dari korban.
“Masih dilakukann visum atau otopsi, yang pasti bukan mati karena luka-luka. Tapi, ada kandungan zat yang dikonsumsi korban, yang saat sedang kita dalami sesuai hasil otopsi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Korban berinisial ANF, remaja 13 tahun ini ditemukan tewas di belakang lemari rumah kakak iparnya berinisial RK di Jalan Panca Usaha, Lorong Wakaf IV, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Rabu (18/12).
Sebelum ditemukan, korban sempat ikut berkompetisi minum jamu yang disediakan oleh terduga pelaku RK. Di mana, apabila bisa bertahan dan tidak muntah usai minum jamu maka akan diberi imbalan atau hadiah sebesar Rp300 ribu.
Namun, hingga malam hari korban tidak juga pulang ke rumahnya hingga sang ibu mencari korban. Namun, terduga pelaku sudah kabur meninggalkan rumahnya.
Hingga akhirnya, terduga pelaku memberi kabar jika korban telah meninggal dunia dan berada di belakang lemari pakaiannya.
Kini, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang tengah melakukan pemeriksaan dengan menggunakan dua metode yaitu metode Toksikologi dan Patologi Anatomi.
Pemeriksaan Toksikologi dilakukan untuk mengetahui apakah korban tewas karena diracun. Sedangkan pemeriksaan Patologi Anatomi dikarenakan paru-paru korban tidak seperti biasanya.
Hingga saat ini, dokter forensik masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut untuk memastikan penyebab kematian korban.
Dari hasil pemeriksaan luar, juga ditemukan tanda-tanda kekerasan. Akan tetapi, belum diketahui luka itu dikarenakan terjatuh atau dipukul orang. (DNP)

