RELUNG.ID – Sengketa lahan antara warga dan perusahaan tambang kembali memicu konflik. Perselisihan terkait pembangunan jalan hauling milik PT Mustika Indah Permai (MIP), anak usaha Adaro Energy, berujung aksi pembacokan yang menyebabkan dua karyawan perusahaan mengalami luka berat.
Peristiwa berdarah itu terjadi di lokasi pembangunan jalan hauling PT MIP di Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Informasi dihimpun, insiden bermula saat sejumlah pekerja PT MIP melakukan aktivitas pembangunan jalan hauling.
Tiba-tiba seorang warga berinisial BDM, warga Desa Muara Maung, mendatangi lokasi sambil membawa senjata tajam jenis parang.
Kedatangan pelaku dipicu ketidakpuasan terhadap pembangunan jalan hauling yang diduga melintasi lahan miliknya tanpa melalui proses pembebasan lahan. Pelaku disebut berniat menghentikan aktivitas pekerja karena merasa hak atas tanahnya diabaikan.
Situasi sempat memanas ketika karyawan PT MIP bernama Efriko mencoba menenangkan pelaku. Namun upaya tersebut justru berujung petaka.
Dalam kondisi emosi, BDM langsung mengayunkan parang ke arah leher dan kepala korban hingga Efriko mengalami luka berat dan bersimbah darah.
Melihat kejadian tersebut, rekan korban segera meminta bantuan pengamanan. Kasatpam PT DKP MIP, Zaldi Nurhansa, kemudian melaporkan insiden itu kepada pihak supervisor serta aparat BKO TNI/Polri.
Namun ketegangan belum mereda. Saat petugas tiba di lokasi dan berupaya mengamankan situasi, pelaku kembali melakukan perlawanan.
BDM kembali mengayunkan senjata tajam dan melukai korban kedua, Harkoni, Supervisor PT DKP MIP, hingga mengalami luka di bagian rahang.
Pelaku bahkan sempat menyerang petugas keamanan perusahaan sebelum akhirnya menjauh dari lokasi kejadian dengan masih membawa senjata tajam.
Pasca kejadian, pelaku meninggalkan lokasi dan diketahui menuju rumah anaknya di Desa Muara Maung sekitar pukul 11.10 WIB.
Sementara itu, korban Harkoni mendapatkan perawatan di klinik PT MIP, sedangkan korban Efriko harus dirujuk ke Rumah Sakit Adelia, Kabupaten Muara Enim, akibat luka serius yang dideritanya.
Polsek Merapi menerima laporan resmi pada pukul 11.45 WIB dan langsung melakukan pengejaran. Sekitar pukul 12.30 WIB, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumah anaknya oleh personel Polsek Merapi bersama BKO TNI/Polri.
“Betul, pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih menggali keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK, MIK, melalui Kasi Humas AKP Mastoni.
Belakangan, konflik ini disorot sebagai buntut dari sengketa lahan pembangunan jalan hauling PT MIP. Pelaku diduga tidak terima lahannya digunakan tanpa adanya proses pembebasan yang jelas.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih mendalami motif pelaku serta status kepemilikan lahan yang menjadi sumber konflik tersebut. (KPB)

