RELUNG.ID — Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza telah mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel terbaru telah meningkat menjadi 28.985 orang pada Ahad (18/2).
Dalam rentang 24 jam terakhir, sebanyak 127 orang dilaporkan tewas, sementara 68.883 lainnya mengalami luka-luka sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023.
Serangan Israel kembali meluas dengan Rafah menjadi target terbarunya. Rafah, yang merupakan tempat pengungsian bagi warga Palestina, kini menjadi fokus serangan baru Israel.
Permintaan gencatan senjata telah berkembang di antara pemimpin Barat sebagai respons terhadap serangan terbaru Israel di Rafah. Pemimpin Kanada, Australia, dan Selandia Baru telah mengeluarkan pernyataan bersama menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersikeras untuk melanjutkan serangan di Rafah meskipun adanya protes global.
Netanyahu menegaskan bahwa operasi darat di Rafah Gaza akan berlanjut, menyatakan bahwa “siapa pun yang menyuruh kami untuk tidak melakukan operasi di Rafah berarti kami kalah perang,” seperti yang dikutip dari Al-Jazeera.

