RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan rencana pembangunan jembatan dan air terjun menari di kawasan Kambang Iwak.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat finalisasi desain yang digelar di Ruang Rapat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang, Rabu (11/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari arsitek, budayawan, sejarawan hingga sejumlah organisasi terkait.
Keterlibatan banyak pihak ini dilakukan agar desain pembangunan yang dirancang dapat diterima oleh berbagai kalangan serta tetap mencerminkan identitas budaya Kota Palembang.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Palembang, M. Isnaini Madani, mengatakan pemerintah kota selalu membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dalam setiap rencana pembangunan.
Menurutnya, pembangunan jembatan dan air terjun menari di kawasan Kambang Iwak diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas publik semata, tetapi juga memiliki nilai estetika sekaligus memperkuat identitas kota.
“Kami mengundang berbagai stakeholder, mulai dari arsitek, budayawan hingga sejarawan, agar semua masukan bisa dicatat oleh konsultan dan diterapkan dalam desain sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua pihak,” ujarnya.
Ia berharap proses perencanaan dapat segera diselesaikan sehingga proyek pembangunan dapat segera direalisasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Dinas Perkimtan Kota Palembang, Anggie Ersy, menjelaskan bahwa Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut sebenarnya telah disusun oleh konsultan.
Namun sebelum memasuki tahap pembangunan, pihaknya ingin memastikan bahwa desain yang ada sudah mengakomodasi berbagai masukan dari para pemangku kepentingan.
“Kami melibatkan banyak pihak seperti budayawan, sejarawan, arsitek termasuk Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumsel, arsitek senior, serta OPD terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Dinas PUPR,” katanya.
Menurut Anggie, kehadiran para budayawan dan sejarawan penting untuk memastikan bahwa konsep pembangunan tetap menonjolkan nilai budaya lokal Palembang.
Dalam proses penyusunan konsep tersebut, Pemkot Palembang juga melibatkan Tim 11 atau tim percepatan Pemajuan Kota Palembang yang terdiri dari para budayawan dan sejarawan.
Tim ini memberikan berbagai ide terkait konsep desain yang mengangkat ciri khas Palembang.
Ketua Tim 11 Hidayatul Fikri atau Mang Dayat, didampingi Ali Goik dan Raden Genta Laksana, menyampaikan sejumlah usulan terkait ornamen serta konsep yang mencerminkan budaya lokal.
Beberapa gagasan yang diusulkan di antaranya penggunaan konsep perahu bidar serta ornamen rumah limas sebagai simbol budaya Palembang.
Selain aspek estetika dan budaya, tim juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan Kambang Iwak.
“Kami juga mengingatkan agar aspek ekologi tetap diperhatikan. Sebelum pembangunan dilakukan sebaiknya dilakukan normalisasi, karena Kambang Iwak tidak hanya sebagai destinasi wisata tetapi juga berfungsi sebagai kawasan retensi air,” tutupnya.

