RELUNG.ID – Anggota DPR RI yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi XI, Fauzi Amro angkat bicara terkait masalah angkutan batu bara yang melintas baik di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Fauzi Amro menyampaikan permasalahan tersebut saat melakukan reses di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas saat bertemu dengan pimpinan Pondok Pesantren dan tim Safa (Sahabat Fauzi Amro) di Musi Rawas pada Jumat, (26/12/2025)
.“Tadi saya sampaikan masalah angkutan batu bara. Saya mengimbau sebagai anggota DPR RI supaya kondisi jalan rusak mulai dari Muara Beliti sampai Sekayu itu tidak terulang lagi,” kata Fauzi Amro.
Selain itu, Fauzi juga mengimbau supaya angkutan batu bara melewati jalan khusus batubara dan tidak boleh melewati jalan Provinsi, jalan Kabupaten Kota dan jalan Negara.
“Tidak ada kontribusi batu bara terhadap pembangunan jalan,” tegasnya.
Sebab kata Fauzi, kerusakan jalan yang ada di ruas Lubuklinggau sampai ke Nibung (Muratara) diduga karena batu bara.
“Oleh sebab itu saya mengimbau, karena rusaknya semakin parah, begitupun kerusakan yang ada di ruas Lubuklinggau sampai ke Nibung, itu karena problemnya batu bara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, karena tonasenya melewati kapasitas, ia mengimbau agar untuk membuat jalan tersendiri.
“Tidak boleh menggunakan jalan negara, karena itu tanggung jawab APBN dan tidak ada kontribusi angkutan batu bara terhadap pembangunan jalan atau pembangunan jalan yang ada di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara,” bebernya.
Sementara itu, reses yang dilaksanakan Fauzi Amro di Desa Tanah Periuk merupakan titik yang kelima. Setelah sebelumnya melaksanakan reses di Kota Lubuklinggau.
“Di Musi Rawas saya akan membantu sumur bor yang modern untuk seluruh Ponpes yang ada di Musi Rawas. Dan memperluas adik-adik untuk mendapat program Indonesia pintar, kartu PIP mulai tingkat SD, SMP dan SMA,” pungkasnya. (NSR)

