RELUNG.ID – Gudang peluru kedaluwarsa milik Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS meledak dan terbakar, Sabtu kemarin (30/3).
Sontak kejadian ini sempat membuat heboh warga di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Karena itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maafnya.
“Pertama saya mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar khususnya atas kejadian ini,” kata KSAD usai mengunjungi lokasi kebakaran dan ledakan di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Minggu (31/3).
Menurutnya, gudang amunisi ini sudah dari dahulu terletak disini. Hanya saja, saat ini banyaknya perumahan, seperti komplek militer dan perumahan yang saling mendekat.
“Kondisi itu ya kami nanti akan evaluasi lagi,” terangnya..
Meski demikian, dia memastikan dari segi keamanan penyimpanan sudah cukup bagus. Pihaknya juga akan tetap melakukan evaluasi terhadap resiko yang kejadian kebakaran dan ledakan digudang penyimpanan amunisi ini.
“Secara keamanan kita kan sudah cukup bagus, nanti kita lihat lagi, mungkin itu dari segi gangguan, atau risiko-risiko lain, kita akan evaluasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sabtu (30/3) sekitar pukul 18.05 WIB, gudang peluru milik Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS, yang berada di Kampung Parung Pinang, RT 01 RW 11 Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, mengalami ledakan.
Berdasarkan keterangan Kapendam Jaya, Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra, bahwa ledakan ini berasal dari gudang amunisi yang telah kedaluwarsa dan memang hendak dimusnahkan.
“Ledakan terjadi dari gudang nomor 6 yang berisi amunisi yang sudah expired yang mau dimusnahkan,” katanya.

