Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Soal Lelucon Gibran “Ngantuk”, Tompi Ungkap Penjelasan Medis
Politik

Soal Lelucon Gibran “Ngantuk”, Tompi Ungkap Penjelasan Medis

RiyadiBy Riyadi06/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tompi. (Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, memberikan penjelasan medis terkait lelucon yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat “ngantuk” dalam salah satu materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono.

Penjelasan tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi.

Tompi menanggapi salah satu bit dalam pertunjukan spesial Mens Rea yang tayang di Netflix. Dalam materi tersebut, Pandji membahas kecenderungan pemilih yang menentukan pilihan politik berdasarkan penampilan fisik, lalu menyinggung kondisi mata Gibran yang terlihat sayu.

Baca juga :   Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur, Sebut Demi Lindungi Prabowo dari Dampak Putusan MK

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya,” ujar Pandji dalam materi komedinya.

Menanggapi hal itu, Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Ia menjelaskan, kondisi mata yang tampak “mengantuk” dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca di Sumsel Hari Ini, Palembang Diminta Waspada

Menurut Tompi, kritik, satire, dan humor merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, ia menyayangkan apabila humor justru diarahkan pada kondisi tubuh yang tidak dapat dipilih oleh seseorang.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjutnya.

Ia pun mengajak publik untuk meningkatkan kualitas diskusi dengan lebih fokus mengkritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan menyerang aspek fisik.

Baca juga :   Dedi Mulyadi Buka Suara soal Isu Duet dengan Gibran di Pilpres 2029

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tegas Tompi.

Meski menyampaikan kritik, Tompi tetap mengapresiasi pertunjukan Mens Rea secara keseluruhan. Ia mengaku telah menonton pertunjukan tersebut di Netflix dan menilai materi Pandji tetap berkualitas.

“Saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benarnya,” tulis Tompi.

Baca juga :   Trump Tegaskan Sikap Tegas terhadap Imigrasi, Kirim Pasukan ke Perbatasan Selatan

Unggahan itu pun mendapat respons langsung dari Pandji Pragiwaksono. Melalui kolom komentar, Pandji menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan.

“Keren Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.

Sebagai informasi, Mens Rea merupakan pertunjukan spesial dari tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di 10 kota sepanjang 2025. Puncak tur berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, dengan kapasitas hingga 10.000 penonton dan disebut-sebut sebagai salah satu pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara. Pertunjukan tersebut kini dapat disaksikan secara utuh di Netflix.[YKP]

Gibran Penjelasan Medis Tompi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDPRD Sumsel: Suka Tidak Suka, Perusahaan Wajib Patuhi Larangan Angkutan Batu Bara
Next Article Prabowo Guyon Kalah Pilpres karena Tak Didukung Luhut
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,753 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,727 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?