RELUNG.ID – Isu transisi energi kini menjadi sorotan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. Isu ini pun masuk dalam debat meski belum dikupas secara mendalam.
Dalam video yang ditayangkan pada diskusi publik ‘Mendalami Komitmen Calon Kepala Daerah Dalam Transisi Energi di Sumsel’.
Ketiga Calon Gubernur (Cagub) Sumsel ini memiliki buah pemikiran dalam persoalan transisi energi di Sumsel.
Cagub nomor urut 1, Herman Deru mengatakan, untuk mengembangkan transisi energi tentunya diperlukan kombinasi energi saat ini.
Seperti Pembangkut Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang bahan bakarnya dari batubara sedikit demi sedikit perannya sudah mulai dikurangi dengan energi-energi terbarukan.
“Harapan kita semua masyarakat termasuk Pemerintah harus sudah siap bertransisi ini mulai dari kebutuhan sehari-hari, misalnya lampu jalan, penunjang peralatan rumah tangga dan juga kendaraan,” katanya dalam video pemaparan visual yang ditayangkan dalam diskusi publik Relung Forum, Jumat malam (23/11).
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya harus disiapkan dengan regulasi yang jelas tentang penggunaannya sendiri serta dengan kesiapan SDM.
Seperti contoh kendaraan listrik yang kian banyak, diperlukan insentif, atau mungkin subsidi di Sumsel. Dia berharap dengan begitu Sumsel dapat memberikan contoh.
“Kita juga harus sadar bahwa energi berasal dari fosil ini pasti akan habis,” tutupnya.
Sementara itu, Cagub Sumsel nomor urut 2, Eddy Santana mengatakan, untuk menggantikan energi fosil maka harus dicari sumber energi terbarukan. Misalnya, penggunaan solar cell yang menggunakan energi matahari.
Menurutnya, banyak sekali tempat di Sumsel yang dapat dijadikan sumber energi bukan hanya di daratan tetapi juga di atas air. Seperti dengan menjadikannya PLTA atau tenaga hidro sehingga menjadi alternatif energi baru. Selain itu, CPO juga dapat dijadikan sumber energi bio massa.
“Dengan tiga itu saja sudah mudah-mudahan bisa memenuhi 40 sampai 50 persen energi di Sumsel,” ujarnya.
Menurutnya, demi lingkungan yang baik maka perlu mengalihkan atau melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Sehingga dampak salah satunya yaitu dapat mengurangi polusi.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan jika energi fosil seperti batubara dan minyak ini memiliki keterbatasan dan akan habis.
“Jadi diperlukan energi terbarukan untuk menggantikan energi fosil ini,” terangnya.
Terpisah, Cagub Sumsel nomor urut tiga 3, Mawardi Yahya menilai saat ini pemerintah masih menggantungkan energi fosil diantaranya yaitu solar dan lain sebagainya.
“Kami harap kedepan pemerintah tidak lagi menggantungkan pada energi fosil ini,” katanya.
Salah satunya dengan menjadikan CPO menjadi B50. Dimana, bahan bakunya berasal dari sawit. Sehingga tentunya ini berpengaruh terhadap nasib para petani. Bahkan, kedepan lahan perkebunan dapat dilakukan peremajaan lagi.
Dengan upaya ini maka diharapkan pemerintah dapat melepas ketergantungan energi fosil. Karena, lama kelamaan akan habis sehingga diperlukan transisi energi.
“Mulai sekaranglah dilakukan perubahan. Artinya, saya sangat mendukung transisi energi ini,” pungkasnya. (AAL)

